Hampir Tujuh Tahun Menunggu, DDTS Akhirnya Tidak Lagi Sekadar Wacana

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana dan perencanaan, proyek penataan kawasan Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) akhirnya mulai dikerjakan pada 2026. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyebut proses panjang yang dimulai sejak 2019 kini memasuki tahap pembangunan fisik oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengungkapkan bahwa lahan yang menjadi syarat utama pembangunan telah diserahterimakan kepada Kementerian PU dan aktivitas proyek mulai berjalan pekan ini.

“Danau Dendam Tak Sudah tahun ini mulai pembangunan. Minggu kemarin sudah diserahterimakan lahannya kepada Kementerian PU untuk dikerjakan, dan Selasa ini aktivitas sudah mulai berjalan,” kata Tejo, Senin (01/06/2026).

Baca Juga :  Hakim Nyatakan Wakil Rektor III UNIVED Bersalah Memukul

Ia juga menjelaskan, Proyek penataan kawasan wisata yang telah digaungkan sejak kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pada 2019 itu sempat berjalan lambat karena harus menuntaskan pembebasan lahan dan pemindahan jalan terlebih dahulu. Pembebasan lahan baru tuntas pada 2022, sementara pemindahan jalan selesai pada 2023.

Padahal, penataan kawasan danau yang menjadi salah satu ikon Bengkulu tersebut sudah lama dinantikan masyarakat. Selama beberapa tahun terakhir, proyek itu berulang kali masuk tahap perencanaan tanpa realisasi pembangunan fisik.

“Waktu kunjungan Pak Jokowi dan Menteri PU tahun 2019, arahannya jelas, lahan dibebaskan dan jalan dipindahkan terlebih dahulu supaya bisa ditata oleh kementerian,” ujar Tejo.

Baca Juga :  Tiga Tsk Dugaan Korupsi Perumda Tirta Hidayah, Segera Disidang, Polisi Beri Sinyal Tsk Baru.

Saat ini, sambung Tejo, Kementerian PU mengalokasikan anggaran tahap awal sebesar Rp35 miliar dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai Rp100 miliar. Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat wisata baru dengan fasilitas UMKM, ruang pertunjukan budaya, dan area publik lainnya.

“Alhamdulillah tahun ini tahap pertama sudah berkontrak sekitar Rp35 miliar dari kebutuhan awal yang diperkirakan sekitar Rp100 miliar,” pungkasnya.

Meski pembangunan akhirnya dimulai, publik masih menanti sejauh mana proyek ini benar-benar mampu mengubah wajah Danau Dendam Tak Sudah yang selama ini kerap disebut sebagai aset wisata potensial yang belum tergarap maksimal.

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru