BENGKULUBAROMETER – Upaya memperluas akses terhadap bahan bacaan sekaligus memperkuat budaya literasi di wilayah pedesaan terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Forum Revitalisasi Bahasa, Dialek, dan Literasi Bengkulu (FRADALU) menginisiasi pemberian bantuan buku kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Talang Kebun, Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Bantuan buku tersebut disalurkan pada 16 Agustus 2026 dan diperuntukkan bagi 30 siswa MI Talang Kebun. Buku yang diberikan berupa buku cerita dwibahasa yang diharapkan dapat menjadi sumber bacaan sekaligus menunjang kegiatan pembelajaran dan pengembangan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Inisiatif tersebut bermula dari perhatian FRADALU terhadap kebutuhan bahan bacaan bagi siswa MI Talang Kebun. Sebagai langkah awal, FRADALU mengajukan permintaan dukungan kepada Balai Bahasa Bengkulu untuk membantu memenuhi kebutuhan buku bagi para siswa.
Permintaan tersebut kemudian mendapat dukungan dan diwujudkan melalui kolaborasi bersama Setara, dengan melibatkan kolaborator pemuda lokal yang turut mendukung proses pelaksanaan hingga distribusi bantuan di lapangan.
Ketua FRADALU, Andhika Diaz Syahfutra mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas akses literasi, khususnya bagi peserta didik di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh bahan bacaan yang memadai.
“Buku yang diberikan mungkin merupakan sebuah langkah sederhana, tetapi bagi anak-anak, buku dapat menjadi pintu untuk mengenal pengetahuan dan dunia yang lebih luas. Karena itu, kami berusaha menghubungkan kebutuhan yang ada di lapangan dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian dan sumber daya untuk berkolaborasi,” ujar Diaz.
Sementara itu, Koordinator Pemuda Lokal, Oki, menerangkan bahwa literasi bukan sekedar tentang banyaknya buku, tetapi juga tentang bagaimana buku dapat menemani anak mengenal dunia, menemukan imajinasi, dan berani memiliki cita-cita.
Melalui pemberian buku cerita dwibahasa tersebut, ia berharap langkah sederhana itu dapat memberikan manfaat dan makna bagi anak-anak di Kabupaten Seluma.
“Sebagai generasi muda, kami percaya bahwa perubahan harus dimulai dari keberanian untuk bergerak, meski dari hal-hal kecil. Setiap buku yang diberikan, ilmu yang dibagikan, dan anak yang terinspirasi adalah bagian dari perubahan yang terus kami perjuangkan bersama,” ungkap Oki.
Disamping itu, Kepala MI Talang Kebun, Raaini, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan berupa bahan bacaan bagi siswa dan sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada FRADALU, Balai Bahasa Bengkulu, Setara, dan seluruh pihak yang telah membantu memberikan bantuan buku untuk siswa-siswi MI Talang Kebun. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan mudah-mudahan buku-buku yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak dalam menambah wawasan dan meningkatkan minat membaca mereka,” pungkas Raaini.
FRADALU turut menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Bengkulu, Setara, serta para pemuda lokal yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Kolaborasi ini dinilai menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat dilakukan secara bersama-sama melalui sinergi antara lembaga, komunitas, dan masyarakat.
Sebanyak 30 siswa MI Talang Kebun menjadi penerima manfaat langsung dari bantuan tersebut. FRADALU berharap buku-buku yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan kebiasaan membaca serta meningkatkan akses siswa terhadap bahan bacaan.
Pemberian bantuan buku pada 16 Agustus 2026 ini sekaligus menjadi salah satu langkah FRADALU dalam meneruskan komitmennya terhadap penguatan bahasa, literasi, dan pendidikan di Bengkulu melalui gerakan berbasis komunitas dan kolaborasi.









