BENGKULUBAROMETER – Setelah melewati masa krisis pendangkalan alur yang sempat melumpuhkan aktivitas pelayaran, Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu akhirnya kembali menerima kapal peti kemas. Momen itu terjadi pada Senin 15 Desember 2024 ketika MV Bengawan Mas berhasil bersandar dengan aman, menandai dimulainya kembali denyut logistik dan perdagangan di Provinsi Bengkulu.
Kedatangan MV Bengawan Mas menjadi simbol kebangkitan Pelabuhan Pulau Baai yang sebelumnya mengalami penutupan alur akibat sedimentasi berat. Kapal yang dinakhodai Captain Wahyudin itu bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan waktu pelayaran sekitar dua hari dan tiba di Pulau Baai pada pukul 08.00 WIB.
“Kapal ini membawa muatan logistik berupa bahan kebutuhan pokok untuk ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart,” ujar Captain Wahyudin saat ditemui di dermaga.
Masuknya kapal peti kemas tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha dan masyarakat Bengkulu. Selama alur pelayaran bermasalah, distribusi barang sempat tersendat dan berdampak pada harga kebutuhan pokok. Dengan kembali normalnya jalur laut, rantai pasok diharapkan segera pulih.
Wahyudin mengakui, proses masuk ke Pelabuhan Pulau Baai berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Namun ia menilai lebar alur pelayaran masih perlu diperluas agar manuver kapal berukuran besar bisa lebih optimal.
“Secara umum aman, hanya saja alur sebaiknya dilebarkan agar kapal bisa bermanuver lebih leluasa,” katanya.
Sementara itu, Deputy Pimpro Bidang Teknik/Konstruksi I Pelindo Regional 2, Marthen Hendryson Mekel, menegaskan bahwa MV Bengawan Mas merupakan kapal pertama yang masuk pascapengerukan alur.
“Sesuai SOP, lebar alur ditetapkan 60 meter dengan slope natural dan kedalaman sudah mencapai 6,5 meter. Pengerukan masih terus berlangsung,” jelas Marthen.
Usai sandar, MV Bengawan Mas langsung dijadwalkan melakukan kegiatan bongkar muat yang ditangani oleh Pelindo. Dengan beroperasinya kembali pelabuhan, perekonomian Bengkulu diharapkan segera bangkit.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









