BENGKULUBAROMETER – Komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam merespons keluhan warga kembali ditunjukkan secara nyata. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang bergerak cepat meninjau genangan air yang kerap muncul di Jalan A. Yani, Kelurahan Pintu Batu, Jumat 2 Januari 2026.
Genangan air tersebut selama ini menjadi keluhan masyarakat karena selalu muncul setiap hujan turun. Air yang meluap ke badan jalan tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Saat tiba di lokasi, Dedy Wahyudi tidak sekadar melihat kondisi lapangan. Ia langsung turun ke saluran drainase yang tersumbat, memunguti sampah, dan membersihkan aliran air bersama petugas. Tumpukan plastik, sisa makanan, dan sampah rumah tangga terlihat menutup saluran air sehingga aliran hujan tidak berjalan semestinya.
“Masalahnya jelas, ini karena sampah. Kalau saluran air tertutup, hujan sedikit saja pasti tergenang,” ujar Dedy di sela kegiatan pembersihan.
Menurut Dedy, persoalan genangan air di kawasan perkotaan tidak selalu harus diselesaikan dengan proyek besar. Dalam banyak kasus, persoalan utama justru terletak pada kebersihan lingkungan dan kedisiplinan bersama dalam menjaga fasilitas umum.
Ia menegaskan peran penting pemerintah kelurahan sebagai garda terdepan. Dedy secara khusus meminta Lurah Pintu Batu untuk lebih sigap dan aktif mengawasi kondisi lingkungan di wilayahnya, terutama saluran drainase yang rawan tersumbat.
“Lurah harus peka. Kalau ada sampah seperti ini, jangan menunggu viral atau dikeluhkan warga. Langsung bersihkan,” tegasnya.
Selain aparat pemerintah, Dedy juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Ia menyayangkan kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih terjadi di tengah kota.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal keselamatan. Genangan air di jalan bisa menyebabkan kecelakaan,” kata Dedy.
Upaya cepat tersebut membuahkan hasil. Setelah sampah diangkat dan saluran dibuka, air hujan yang sebelumnya menggenang langsung mengalir dengan lancar. Dalam waktu singkat, permukaan jalan kembali kering dan bisa dilalui kendaraan dengan aman.
Langkah ini mendapat respons positif dari warga sekitar. Banyak pengguna jalan mengapresiasi kehadiran langsung wali kota di lapangan yang dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap persoalan sehari-hari masyarakat.
Pemerintah Kota Bengkulu pun memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan di titik-titik rawan genangan lainnya. Dedy menegaskan, penanganan drainase akan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kelurahan, RT, dan masyarakat.
“Kota ini milik kita bersama. Kalau kita jaga bersama, persoalan seperti ini bisa kita cegah,” pungkasnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









