BENGKULUBAROMETER – Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Minggu (22/12/2025) meninggalkan dampak signifikan bagi ribuan warga. Delapan kelurahan terendam banjir, sebagian pemukiman berubah menjadi genangan air, sementara warga harus berjibaku menyelamatkan barang berharga. Meski air sudah mulai surut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan potensi hujan susulan mengingat wilayah ini kini tengah berada dalam masa puncak musim penghujan.
Delapan kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Jalan Baru, Pasar Tengah, Pasar Baru, Kampung Jawa, Sidorejo, Kepala Siring, Talang Rimbo Baru, serta Air Bang yang selain banjir juga mengalami longsor. Di Kelurahan Jalan Baru saja, sedikitnya 182 Kepala Keluarga (KK) terdampak, memaksa beberapa warga mengungsi sementara ke rumah kerabat ketika air sempat mencapai lutut orang dewasa.
Sekretaris BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermasnyah, menjelaskan banjir bukan hanya akibat hujan deras, tetapi juga faktor luapan sungai di sekitar kelurahan terdampak.
“Dari laporan ada delapan kelurahan yang terdampak banjir akibat hujan Minggu kemarin yang membuat sungai meluap,” jelas Khristian.
Selain meluapnya sungai, kondisi drainase yang kurang efektif juga disinyalir menjadi salah satu faktor memperburuk genangan. Sejumlah titik saluran tersumbat material sampah terbawa arus. Warga terlihat saling bahu-membahu membersihkan sisa lumpur, perabotan, hingga kendaraan bermotor yang terendam. Pemerintah kabupaten bersama BPBD sudah menurunkan tim evakuasi, perahu karet, serta bantuan logistik darurat seperti air bersih dan paket sembako.
Meski tak ada korban jiwa, sebuah longsor terjadi di Kelurahan Air Bang dan menutup sebagian badan jalan, sehingga akses beberapa warga sempat terisolasi. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan jalur dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
BPBD meminta warga meningkatkan kewaspadaan. Khristian menegaskan meski air telah surut, potensi banjir susulan tetap tinggi. “Meski banjir telah surut, kita minta warga tetap waspada bila terjadi hujan kembali, karena saat ini memang sedang masuk musim penghujan,” ujarnya. Ia juga memberi penekanan khusus kepada keluarga yang memiliki balita dan lansia agar memperhatikan potensi pengungsian dini jika tinggi air meningkat.
Bupati Rejang Lebong juga dikabarkan segera meninjau lokasi terdampak guna menyusun langkah pencegahan jangka menengah. Pemerintah akan mempercepat perbaikan drainase, pembersihan sungai dari sedimentasi, serta memperkuat sistem informasi dini banjir.
Warga berharap bencana tahunan ini tidak berulang tanpa solusi. Minimnya normalisasi sungai dan tingginya curah hujan membuat wilayah dataran rendah kerap menjadi korban. Masyarakat meminta adanya dukungan tambahan berupa posko permanen, alat evakuasi, serta edukasi kebencanaan.
Bencana banjir ini menjadi peringatan keras bahwa adaptasi perubahan iklim bukan sekadar wacana. Rejang Lebong harus mempersiapkan mitigasi lebih serius dan pembangunan berorientasi kebencanaan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









