BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan Festival Tabut 2026 tetap digelar meriah meski berada di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Event budaya terbesar dan ikon wisata Bengkulu itu akan berlangsung pada 16-26 Juni 2026 atau bertepatan dengan 1-10 Muharram 1448 Hijriah di kawasan Sport Center Pantai Panjang.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, mengatakan seluruh tahapan persiapan saat ini berjalan sesuai rencana. Pemerintah juga telah menyelesaikan sejumlah dokumen penting sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
“Saat ini ada dua kegiatan utama yang sedang kami siapkan, yakni kegiatan produksi oleh event organizer serta pelaksanaan pameran dan bazar UMKM melalui promotor bazar. Seluruh prosesnya sedang berjalan dan terus kami kawal,” kata Murlin, Rabu (03/06/2026).
Meski anggaran menyusut tahun ini, hal tersebut tidak mengurangi semangat pemerintah untuk menghadirkan Festival Tabut yang berkualitas dan mampu menarik kunjungan wisatawan.
Berbagai instansi juga telah dilibatkan dalam rapat koordinasi, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran hingga instansi teknis lainnya guna memastikan festival berlangsung aman dan nyaman bagi pengunjung.
“Rapat persiapan sudah kami lakukan bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait. H-7 nanti akan ada rapat besar untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis benar-benar siap,” ujar Murlin.
Sebagai Informasi, Festival Tabut sendiri merupakan agenda budaya tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Selain menjadi simbol peringatan 10 Muharram, festival ini juga menjadi magnet wisata yang setiap tahun mampu menarik ribuan pengunjung ke Bengkulu.
Murlin optimistis Festival Tabut 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
“Kami berharap meskipun dalam situasi efisiensi, Festival Tabut tahun ini tetap berlangsung meriah, ramai dikunjungi wisatawan dan mampu memberikan dampak yang baik bagi sektor pariwisata, pelestarian budaya, maupun perekonomian masyarakat Bengkulu,” ungkapnya.
Di sisi lain, Murlin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan panitia Festival Tabut untuk meminta sumbangan. Ia menegaskan bahwa panitia resmi dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu dan tidak melakukan penggalangan dana atas nama kepanitiaan.
Meski demikian, ia mengakui tradisi masyarakat memberikan bantuan secara sukarela kepada kelompok-kelompok Tabut telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Bengkulu.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









