Pemprov Bengkulu Percepat Perlindungan Pekerja Rentan, Target Capai 100 Ribu Peserta

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RAPAT: Pemprov Bengkulu bersama BPJS Ketenagakerjaan menargetkan hingga 100 ribu pekerja rentan mendapatkan perlindungan jaminan sosial pada 2026 melalui dukungan APBD dan DBH sawit. (RABU-06-05-2025)-- FOTO: HANDI//MBG 

RAPAT: Pemprov Bengkulu bersama BPJS Ketenagakerjaan menargetkan hingga 100 ribu pekerja rentan mendapatkan perlindungan jaminan sosial pada 2026 melalui dukungan APBD dan DBH sawit. (RABU-06-05-2025)-- FOTO: HANDI//MBG 

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat perlindungan bagi pekerja rentan di Bengkulu. Melalui rapat rekonsiliasi dan pemutakhiran data tahun anggaran 2026, pemerintah mulai mematangkan langkah agar semakin banyak pekerja informal mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Program ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat Bengkulu yang bekerja di sektor informal namun belum memiliki perlindungan ketika mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lainnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengatakan Pemprov Bengkulu telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp2 miliar melalui APBD murni 2026.

“Anggaran awal yang kita siapkan sebesar Rp2 miliar. Ini menjadi langkah awal agar pekerja rentan tetap mendapatkan perlindungan jaminan sosial,” kata Khairil Anwar, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, program ini bukan hanya sekadar bantuan pemerintah, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat pekerja yang selama ini belum tersentuh perlindungan ketenagakerjaan.

Khairil menegaskan, pekerja rentan yang mengalami kecelakaan kerja nantinya tidak lagi harus memikirkan biaya pengobatan maupun risiko kehilangan penghasilan karena sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami ingin seluruh pekerja rentan di Bengkulu benar-benar terproteksi. Jadi ketika terjadi kecelakaan kerja, mereka tidak lagi khawatir karena sudah ada jaminan sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejati Bengkulu Kasasi Vonis Bebas Korupsi Tol, Empat Terdakwa Belum Sepenuhnya Aman

Dengan anggaran awal Rp2 miliar, Pemprov Bengkulu memperkirakan sekitar 30 ribu pekerja rentan dapat langsung masuk dalam program perlindungan.

Namun angka itu diprediksi masih bisa bertambah cukup besar jika dukungan pendanaan dari berbagai sektor ikut masuk, termasuk dana bagi hasil (DBH) sawit dan bantuan dari pemerintah kabupaten/kota.

“Kalau ditambah DBH sawit sekitar Rp4 miliar dan dukungan dari daerah, cakupan perlindungan bisa meningkat hingga 70 ribu bahkan mendekati 100 ribu pekerja,” jelas Khairil.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serius melakukan validasi data penerima manfaat agar program berjalan tepat sasaran.

“Pendataan harus benar-benar valid. Jangan sampai program ini salah sasaran karena menyangkut perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah kelompok pekerja menjadi prioritas perlindungan. Mulai dari kader Posyandu, anggota Linmas, sopir ambulans, Tagana hingga pekerja informal lainnya.

Selain itu, pekerja seperti guru tidak tetap (GTT), buruh harian lepas, pengemudi ojek online, nelayan hingga buruh tani juga masuk dalam skema perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu, Ferama Putri, mengatakan kerja sama dengan Pemprov Bengkulu terus diperkuat agar cakupan perlindungan pekerja di Bengkulu semakin luas.

Baca Juga :  Langkah Pemprov Atasi BBM Non-Subsidi Naik, Helmi Hasan Pangkas Perjalanan Dinas

Menurut Ferama, hingga Desember 2025 sudah sekitar 71 ribu pekerja rentan di Bengkulu yang mendapatkan perlindungan melalui pembiayaan pemerintah provinsi.

“Ini capaian yang cukup baik dan akan terus kita tingkatkan di tahun 2026,” ujar Ferama.

Ia mengungkapkan, angka Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Bengkulu saat ini baru berada di angka 26,77 persen atau sekitar 263 ribu pekerja yang sudah terlindungi.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah daerah menargetkan peningkatan signifikan hingga mencapai 46 persen pada akhir tahun 2026.

“Tantangan kita masih besar karena masih ada sekitar 200 ribu pekerja lagi yang belum terlindungi, baik sektor formal, informal maupun jasa konstruksi,” jelasnya.

Ferama juga menyebut beberapa daerah di Bengkulu mulai aktif memberikan perlindungan kepada nelayan melalui pola pembiayaan bersama antara pemerintah daerah dan Pemprov Bengkulu.

“Daerah seperti Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan dan Mukomuko sudah mulai mengambil peran untuk melindungi nelayan. Pemprov hadir melalui pola sharing agar perlindungan bisa lebih luas,” tutupnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah besar dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat pekerja di Bengkulu, terutama kelompok rentan yang selama ini belum memiliki kepastian perlindungan kerja.

Berita Terkait

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Berita Terbaru