BENGKULUBAROMETER – Upaya peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Lebong mendapat dukungan dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Bengkulu, Apt Hj Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M. Senator Bengkulu itu menyatakan siap mengawal kebutuhan pengembangan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong agar mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Komitmen tersebut disampaikan Destita saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Lebong, Sabtu (4/7/2026). Kunjungan anggota Komite III DPD RI itu turut didampingi Wakil Bupati Lebong Bambang Agus Supra Budi, S.Sos., M.Si., serta disambut Direktur RSUD Lebong dr. Meinoffiandi Leswin, Kepala Dinas Kesehatan Lebong Rachman, SKM., MKM., dan jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam kunjungan tersebut, Destita melihat langsung kondisi pelayanan dan sejumlah fasilitas kesehatan yang saat ini menjadi penunjang pelayanan masyarakat. Dari hasil peninjauan, ada tiga kebutuhan utama yang menjadi prioritas pengembangan RSUD Lebong, yakni pembangunan gedung poliklinik, ruang hemodialisis (cuci darah), dan gedung apotek.
Ketiga fasilitas tersebut dinilai mendesak seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Dari hasil peninjauan, kebutuhan yang paling mendesak adalah penambahan ruang poliklinik, hemodialisis, dan apotek. Usulan ini akan kami dorong dan perjuangkan ke pemerintah pusat karena membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ujar Destita.
Menurut Destita, peningkatan infrastruktur rumah sakit daerah menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Ia menilai RSUD Lebong sudah memiliki kualitas pelayanan yang baik, baik dari sisi tenaga kesehatan maupun dukungan peralatan medis. Namun, pengembangan fasilitas tetap diperlukan agar pelayanan semakin maksimal.
“Insya Allah nanti di pusat kita akan mencari jalan, mencari cara bagaimana kita bisa mengawal ini agar dapat terealisasi. Kita doakan bersama dan kita usahakan bersama,” tegasnya.
Selain mendorong pembangunan fasilitas baru, Destita juga memberikan dukungan terhadap rencana RSUD Lebong menjadi salah satu rumah sakit rujukan pelayanan kesehatan anak di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, keberadaan dokter spesialis anak yang berpengalaman serta fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) menjadi modal besar bagi RSUD Lebong untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan anak.
Sementara itu, Direktur RSUD Lebong dr. Meinoffiandi Leswin mengatakan, pengajuan pembangunan tiga fasilitas tersebut bukan tanpa alasan. Saat ini jumlah kunjungan pasien terus meningkat sehingga membutuhkan penambahan ruang pelayanan.
Ia menjelaskan, layanan poliklinik RSUD Lebong setiap hari melayani sekitar 70 hingga 100 pasien. Dalam satu bulan, jumlah kunjungan dapat mencapai sekitar 1.000 pasien. Bahkan, pelayanan poliklinik tetap dibuka pada hari Sabtu untuk mengurangi antrean masyarakat.
“Tadi ada tiga pokok yang kami ajukan untuk dibantu perjuangkan, yaitu penambahan gedung poli, hemodialisis, dan apotek. Karena semakin bertambahnya kunjungan pasien, tentunya tiga gedung itu sangat layak untuk dikembangkan,” ungkap dr. Meinoffiandi.
Selain persoalan ruang poliklinik, layanan hemodialisis juga membutuhkan pengembangan karena kapasitas yang tersedia masih terbatas. Sementara fasilitas apotek saat ini masih menyatu dengan ruang pelayanan sehingga membutuhkan gedung tersendiri.
Wakil Bupati Lebong Bambang Agus Supra Budi menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan DPD RI terhadap peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Lebong.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap usulan daerah ini dapat terealisasi. Sinergi pemerintah daerah bersama DPD RI semoga mampu mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan, sehingga pelayanan kepada masyarakat Lebong semakin optimal,” tutupnya.









