BENGKULUBAROMETER — Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Provinsi Bengkulu. Pemerintah daerah bersama Pertamina memastikan ketersediaan BBM masih mencukupi dan distribusi tetap berjalan normal.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan kondisi tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memantau perkembangan pasokan BBM pasca erupsi.
“Hasil koordinasi dengan Pertamina, sejauh ini pasokan BBM dan stok masih aman. BBM tidak terkendala, pasok dan distribusi tetap lancar,” kata Rico saat dikonfirmasi, Senin (7/09/2026).
Ia menjelaskan, pasokan Pertalite sebanyak 3.500 kiloliter (KL) saat ini dalam perjalanan menuju Bengkulu menggunakan kapal SPOB Srikandi 512.
Kapal tersebut sebelumnya melakukan pengisian di Merak dan telah berlayar menuju Bengkulu. Berdasarkan estimasi, kapal dijadwalkan tiba pada 9 September 2026.
“Sejauh ini masih aman, kapal SPOB Srikandi 512 muatan Pertalite 3.500 KL yang kemarin mengisi di Merak, sudah berlayar ke Bengkulu dan estimasi tiba di Bengkulu tanggal 09 September 2026,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Rico, pasokan Biosolar juga masih berjalan. Kapal SPOB Dato Siri Loe yang membawa muatan Biosolar 3.700 KL sedang melakukan pengisian di Teluk Kabung, Padang.
“Kapal SPOB Dato Siri Loe yang sedang mengisi Biosolar 3.700 KL di Teluk Kabung Padang juga masih operasional dengan normal,” jelas Rico.
Rico menegaskan, pihaknya bersama Pertamina akan terus melakukan monitoring terhadap jalur distribusi dan ketersediaan BBM di Bengkulu.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan pasokan sekaligus mengantisipasi perkembangan situasi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Ia meminta masyarakat Bengkulu tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
“Kondisi normal seperti hari biasa. Stok aman, distribusi lancar dan tidak terkendala,” tegasnya.
Selain persoalan BBM, Rico mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak erupsi, khususnya bagi kesehatan.
Masyarakat disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai upaya mengantisipasi paparan abu vulkanik apabila kondisi udara terdampak.
“lebih himbauan ke kesehatan masyarakat, untuk menggunakan masker dan mengurangi aktifitas di luar ruangan, ” tutup Rico.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









