BENGKULUBAROMETER — Sekitar 1.600 penumpang berpotensi terdampak gangguan penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Minggu (06/9/2026). Kondisi ini terjadi setelah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno, Trisna Wijaya, mengatakan dalam kondisi normal, bandara melayani sekitar 750 hingga 800 penumpang yang datang dan jumlah yang hampir sama untuk penumpang berangkat.
“Secara total kita itu biasanya Bandara Fatmawati Soekarno ini melayani 1.500-1.600 penumpang datang dan berangkat setiap harinya,” ujar Trisna.
Gangguan penerbangan terjadi setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.
Akibatnya, sedikitnya enam penerbangan yang terhubung dengan Bandara Fatmawati Soekarno mengalami pembatalan operasional.
Penerbangan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan Batik Air, satu Super Air Jet, dua Citilink, dan satu Susi Air.
Trisna mengatakan, pemberitahuan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta terakhir berlaku hingga pukul 13.30 WIB. Namun, penutupan masih dapat diperpanjang apabila kondisi sebaran abu vulkanik masih berdampak terhadap jalur penerbangan.
“Terakhir notifikasinya sampai 13.30 WIB. Mungkin akan ada perpanjangan lagi setelahnya apabila masih dinyatakan terdampak abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta,” katanya.
Untuk penumpang yang penerbangannya terdampak, pihak bandara masih menunggu informasi terbaru mengenai pembukaan kembali operasional Bandara Soekarno-Hatta.
Jika bandara tujuan kembali dibuka, maskapai akan melakukan penyesuaian jadwal penerbangan.
“Apabila nanti dinyatakan sudah open lagi operasinya Bandara Soekarno-Hatta, tentunya akan ada persiapan dari teman-teman airline untuk segera menyesuaikan schedule penerbangan pesawat mereka,” pungkas Trisna.
Pihak Bandara Fatmawati Soekarno berharap kondisi tersebut segera normal sehingga penerbangan dan pelayanan terhadap penumpang dapat kembali berjalan lancar.









