BENGKULUBAROMETER – Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan aspal yang terkelupas atau lubang yang menganga. Di Desa Damar Kencana, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, jalan rusak telah menjelma menjadi kolam dan persoalan kemanusiaan. Warga desa itu, dalam beberapa tahun terakhir, dipaksa menandu jenazah dan pasien sakit karena ambulans tak sanggup melintas.
Fakta inilah yang disampaikan langsung Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, saat menerima kunjungan kerja Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, di Rumah Dinas Bupati Kepahiang, pada Kamis 18 Desember 2025 sore. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi suara-suara dari pinggiran yang selama ini hanya bergema di media sosial untuk tersampikan ke pemilik kebijakan Tingkat Pusat.
“Jalan sepanjang kurang lebih 17 kilometer itu sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan. Kondisinya rusak parah dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata Nata.
Tidak hanya batas ucpan Bupati langsung memperlihatkan, beberapa video yang memperlihatkan warga menggotong jenazah dengan tandu pernah viral. Salah satunya diunggah pada 23 Januari 2025. Dalam rekaman itu, jalan berlumpur dan berbatu tampak mustahil dilalui mobil, apalagi ambulans. Situasi tersebut menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Menanggapi keluhan itu, Sultan Baktiar Najamudin tidak menunggu lama. Di hadapan Bupati Kepahiang dan tokoh masyarakat setempat, ia langsung menghubungi Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Sosial melalui sambungan telepon. Langkah itu menjadi penanda bahwa persoalan ini tak lagi berhenti pada tataran keluhan.
“Jalannya kecil sekali, sekitar 17 kilometer. Ini sudah viral, sampai warga mengangkut jenazah pun bermasalah,” ujar Sultan dalam percakapan teleponnya.
Sultan juga meminta agar Kementerian PU segera menerima Bupati Kepahiang untuk memaparkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, laporan visual dan testimoni warga menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat mendesak dan menyangkut hak dasar masyarakat atas akses yang layak.
Bagi warga Damar Kencana, perhatian dari Ketua DPD RI menjadi secercah harapan. Selama ini, jalan tersebut seolah berada di luar radar pembangunan. Padahal, akses jalan bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan martabat manusia.
Selain soal jalan, Bupati Zurdi juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Kepahiang. Ia menilai, fasilitas pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
Langkah cepat Sultan Baktiar Najamudin disambut baik oleh tokoh masyarakat Kepahiang. Mereka berharap, keterlibatan langsung pimpinan lembaga negara ini dapat menjadi titik balik bagi percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
Kunjungan kerja ini menegaskan satu hal: di balik statistik pembangunan, masih ada cerita tentang warga yang harus menandu jenazah karena negara terlambat hadir. Dan bagi Kepahiang, harapan itu kini bertumpu pada janji tindak lanjut, bukan sekadar empati.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









