Ketua DPD RI Tidak Mempersoalkan Pemberian Gelar Pahlawan Suharto

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 12:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin saat menanggapi wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto, Kamis (6/11/25). (foto: dok DPD RI)

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin saat menanggapi wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto, Kamis (6/11/25). (foto: dok DPD RI)

Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menyatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

Mantan aktivis KNPI Bengkulu itu menilai, berdasarkan dedikasi dan kepemimpinan nasional yang telah ditunjukkan dalam mengelola negara sebesar Indonesia, idealnya semua mantan presiden RI yang telah wafat layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

“Saya secara pribadi berpandangan bahwa setiap pemimpin bangsa adalah pahlawan. Sebagai manusia, wajar jika mereka memiliki kekurangan. Kita mengenal istilah mikul duwur mendem jero, sebuah filsafat kebangsaan yang harus dijadikan rujukan kita,” ujar Sultan di kantor pimpinan DPD RI saat menanggapi wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto, Kamis (6/11/25).

Baca Juga :  TPA Regional Bengkulu Siap Dibangun: Solusi Sampah Tiga Kabupaten/Kota dengan Teknologi Modern

Sultan menambahkan, setiap pemimpin bangsa di tiap generasi memiliki reputasi dan warisan (legacy) yang berbeda-beda, bergantung pada kondisi sosial, politik, dan tantangan geopolitik zamannya. Namun, menurutnya, semua pemimpin tersebut memiliki kesamaan visi luhur, yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mewujudkan cita-cita nasional berupa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Bebas Hambatan di Bengkulu

“Pahlawan Nasional bukanlah sosok tanpa cela politik. Mereka juga manusia biasa, begitu pula para presiden kita sebelumnya. Mereka memiliki sisi lain yang harus dimaknai sebagai pelajaran berharga dalam membangun bangsa,” ungkap Sultan.

Ia menegaskan, tidak ada ruginya memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada para pemimpin bangsa yang telah berjasa. “Tidak pantas bagi kita yang hanya mengisi kemerdekaan ini untuk memperdebatkan sisi lemah para pemimpin masa lalu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang pandai menghargai jasa para pemimpinnya,” tegas Sultan.

Berita Terkait

PKN Usulkan Moratorium MBG dan Penghentian Program Koperasi Merah Putih
Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Nasional, Karisma Azahra Harumkan Bengkulu
KBSB TNI AD Resmi Dibuka di Bengkulu, Sasar Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan
Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera
KAHMI-FORHATI Seluma Resmi Dilantik, Bupati Teddy Rahman Ajak Kolaborasi Bangun Daerah
18 Pejabat Baru Dilantik, Prabowo Ubah Susunan Kabinet Merah Putih
Raih Emas Taekwondo Kapolri Cup, Brigpol Hade Guntur Terima Penghargaan Kapolda Bengkulu
Berbalut Pakaian Adat, Destita Bawa Pesona Bengkulu ke Paripurna HUT ke-22 DPD RI
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PKN Usulkan Moratorium MBG dan Penghentian Program Koperasi Merah Putih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Nasional, Karisma Azahra Harumkan Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:03 WIB

KBSB TNI AD Resmi Dibuka di Bengkulu, Sasar Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:22 WIB

KAHMI-FORHATI Seluma Resmi Dilantik, Bupati Teddy Rahman Ajak Kolaborasi Bangun Daerah

Berita Terbaru