BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan menggelar Apel Siaga Bencana di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa 23 Desember 2025. Apel ini menjadi respons atas peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait kemunculan Siklon Tropis 91S yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang laut tinggi di wilayah Bengkulu.
Apel siaga dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dan diikuti oleh unsur organisasi perangkat daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait kebencanaan. Dalam arahannya, Mian menekankan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi tidak boleh dipandang sebagai rutinitas tahunan semata, melainkan risiko serius yang menuntut kesiapan menyeluruh.
“Kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam melindungi masyarakat. Pemerintah daerah harus memastikan seluruh personel siap, peralatan memadai, dan koordinasi lintas sektor berjalan efektif,” ujar Mian di hadapan peserta apel.
Menurut informasi BMKG, Siklon Tropis 91S berpotensi meningkatkan intensitas hujan disertai angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu. Selain itu, gelombang laut diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter, yang berisiko terhadap aktivitas nelayan dan transportasi laut.
Menghadapi kondisi tersebut, Mian meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tidak hanya fokus pada respons darurat, tetapi juga langkah mitigasi. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar warga memahami potensi risiko dan langkah penyelamatan diri sejak dini.
“Kita tidak ingin selalu berada pada posisi reaktif. Budaya sadar bencana harus dibangun, sehingga masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana,” katanya.
Apel siaga ini juga menjadi momentum konsolidasi kesiapan logistik dan sarana pendukung. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyerahkan satu unit mobil ambulans sebagai tambahan armada layanan darurat, khususnya untuk menjangkau wilayah rawan bencana.
Penyerahan ambulans tersebut diharapkan mempercepat penanganan korban apabila terjadi keadaan darurat, sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan di lapangan. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, seiring dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim.
Dengan apel siaga ini, Pemprov Bengkulu berharap seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat bersinergi menghadapi potensi bencana secara lebih terencana dan terukur.









