Pencairan Uang Persediaan OPD Bengkulu 2026 Dipastikan Aman, Operasional Tak Terganggu

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan roda pemerintahan tetap berjalan lancar sejak awal tahun anggaran 2026. Salah satu langkah penting yang disiapkan adalah pencairan Uang Persediaan (UP) bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan dilakukan sesuai dengan pagu anggaran masing-masing OPD sebagaimana tertuang dalam APBD 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin ada keterlambatan operasional hanya karena persoalan administrasi keuangan di awal tahun.

“UP di masing-masing OPD itu sudah disesuaikan dengan pagu yang ditetapkan dalam APBD 2026. Penetapannya nanti melalui Surat Keputusan Gubernur,” kata Tommy.

Baca Juga :  Divonis 5,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Minta Usut Aktor Lain di Balik Korupsi DPRD Kaur

Menurut dia, saat ini BPKAD telah menyusun draf SK Gubernur terkait besaran UP tersebut. Prosesnya kini tinggal menunggu penandatanganan oleh Gubernur Bengkulu. Setelah SK diteken, tahapan berikutnya adalah penetapan bendahara pengeluaran, bendahara penerimaan, serta kelengkapan administrasi lainnya.

“Kalau SK Gubernur sudah keluar, semuanya bisa langsung diproses. Tidak ada kendala berarti,” ujarnya.

Tommy menjelaskan, besaran UP memang berbeda-beda di setiap OPD. Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan dan skala kegiatan masing-masing perangkat daerah. OPD dengan beban pelayanan besar tentu membutuhkan UP yang lebih tinggi dibandingkan OPD dengan aktivitas yang lebih terbatas.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan pagu tersebut tidak akan menghambat kinerja OPD. Justru, penyesuaian ini dilakukan agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan efisien.

Baca Juga :  Naiknya Nilai Tukar Dolar, Berdampak Dengan Properti Rumah Subsidi

“Secara prinsip bisa berjalan. Tinggal menyesuaikan pagu masing-masing OPD,” katanya.

UP sendiri memegang peran penting dalam menjaga kelancaran operasional harian OPD. Dana ini digunakan untuk membiayai kebutuhan rutin seperti pembayaran listrik, air PDAM, hingga keperluan operasional kantor lainnya yang tidak bisa menunggu proses pencairan anggaran reguler.

“Kalau tidak ada UP, operasional bisa terganggu. Misalnya untuk listrik atau air, itu kebutuhan dasar,” tambahnya.

Dengan kepastian ini, Pemprov Bengkulu berharap pelayanan publik tetap berjalan normal sejak awal tahun, tanpa ada cerita kantor pemerintahan lumpuh karena keterbatasan dana operasional.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru