QQPPQBENGKULUBAROMETER – Misteri penemuan jasad pria yang mengapung di Muara Pasar Bengkulu akhirnya mulai terkuak. Korban diketahui bernama Fatih, pelajar kelas X SMA Negeri 9 Kota Bengkulu. Remaja berusia sekitar 17 tahun itu merupakan warga Rawa Makmur Permai, Jalan Merpati 17, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.
Identitas korban dipastikan setelah polisi melakukan penelusuran ciri-ciri fisik dan mencocokkannya dengan laporan keluarga yang sebelumnya melaporkan kehilangan anggota keluarga. Kabar tersebut sekaligus menjawab rasa penasaran warga yang sempat geger dengan penemuan jasad di kawasan muara yang ramai aktivitas masyarakat.
Peristiwa ini bermula ketika warga yang hendak mencari lokan di sekitar muara, Selasa (29/12/2025), dikejutkan dengan keberadaan sesosok tubuh pria mengapung di perairan Kelurahan Pasar Bengkulu. Temuan itu segera dilaporkan kepada aparat setempat.
Polisi dari Polresta Bengkulu langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini, penyebab pasti kematian Fatih masih dalam penyelidikan. Polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat kecelakaan, tenggelam, atau ada unsur lain.
Kasubnit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Bengkulu, Ipda Revi Hari Sona, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dan autopsi dari rumah sakit. “Kami masih menunggu hasil medis untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.
Sementara itu, informasi awal mengenai penemuan jasad diterima Kantor SAR Bengkulu sekitar pukul 11.40 WIB. Laporan disampaikan oleh anggota Polair bernama Rudi setelah warga melihat jasad di kawasan pesisir Kualo. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR yang sedang bersiaga khusus di Pantai Panjang segera bergerak ke lokasi.
Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh tim SAR, TNI, Polri, serta warga sekitar. Jenazah dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa dari bibir pantai tanpa kendala berarti.
Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bengkulu, Likopa Noptilos, memastikan evakuasi berjalan lancar. “Begitu menerima informasi, tim rescue langsung menuju lokasi dan jenazah berhasil dievakuasi,” katanya.
Usai dievakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk keperluan autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian sekaligus melengkapi proses penyelidikan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan. Warga yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut juga diminta untuk segera melapor kepada aparat.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban dan lingkungan sekolah. Polisi memastikan akan bekerja maksimal agar penyebab kematian Fatih dapat terungkap secara jelas dan transparan.









