Prabowo Perkuat Ketahanan Pangan, Cadangan Beras RI Pecah Rekor 5,3 Juta Ton

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan gudang pangan dan peluncuran SPPG Polri. Cadangan beras RI kini mencapai 5,3 juta ton.

Presiden Prabowo memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan gudang pangan dan peluncuran SPPG Polri. Cadangan beras RI kini mencapai 5,3 juta ton.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Presiden RI Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya membangun kemandirian pangan melalui berbagai program strategis yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Komitmen itu terlihat saat Presiden Prabowo menghadiri groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pangan nasional dari hulu hingga hilir. Tidak hanya fokus pada produksi, pemerintah juga mulai memperkuat sistem distribusi, penyimpanan hingga layanan pemenuhan gizi masyarakat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini sedang bergerak cepat memastikan Indonesia benar-benar mandiri dalam sektor pangan. Setelah berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, pemerintah kini membidik swasembada jagung dan komoditas strategis lainnya.

Menurut Prasetyo, keberhasilan tersebut bukan hanya hasil kerja pemerintah pusat, tetapi juga buah dari kerja keras jutaan petani di seluruh Indonesia yang terus menjaga produktivitas pertanian nasional.

Baca Juga :  BULOG Pastikan Stok Minyakita Aman, Harga Tetap Sesuai HET di Bengkulu

“Ini salah satu upaya kita memastikan pangan kita kuat dan mandiri. Setelah swasembada beras tercapai, sekarang kita mengejar swasembada jagung dan komoditas pangan lainnya,” ujar Prasetyo.

Ia menyebut capaian paling membanggakan saat ini adalah meningkatnya cadangan beras nasional di gudang Bulog yang mencapai 5,3 juta ton. Jumlah tersebut disebut sebagai salah satu capaian terbesar dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan Indonesia disebut memiliki kemampuan membantu negara lain yang sedang mengalami krisis pangan.

Pemerintah menilai stabilitas stok pangan sangat penting untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman perubahan iklim yang berdampak terhadap produksi pertanian dunia.

Prasetyo juga memberikan apresiasi kepada para petani yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Ia menilai keberhasilan Indonesia menjaga stok pangan tidak akan tercapai tanpa kerja keras petani.

“Terima kasih kepada seluruh petani Indonesia yang telah bekerja keras sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Jakarta Bhayangkara Presisi Awali AVC Men’s Club Championship 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah saat ini juga fokus memperkuat dukungan bagi petani, terutama terkait ketersediaan pupuk.

Amran memastikan stok pupuk nasional dalam kondisi sangat aman. Bahkan Indonesia kini mulai melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara seperti Australia, Filipina, Brasil hingga India.

Menurut Amran, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian Indonesia mengalami perkembangan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Australia bahkan beberapa kali menyampaikan apresiasi atas kemampuan Indonesia mengekspor pupuk di tengah situasi global yang masih sulit.

Selain itu, Amran juga menyebut harga pupuk di dalam negeri turun hingga 20 persen. Penurunan harga itu diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Tak hanya beras, Indonesia juga disebut sudah berhasil mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan ternak. Pemerintah optimistis produksi pangan nasional akan terus meningkat seiring penguatan infrastruktur pertanian dan dukungan kepada petani.

Berita Terkait

Pelindo Bengkulu Catat Pertumbuhan Arus Barang 35,6 Persen, Perkuat Peran Pelabuhan sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Humas Polri Dorong Transparansi Informasi, Polda Bengkulu Perkuat Kepercayaan Publik di Era Digital
KPK Ungkap Jejak Perusahaan di Kasus Fikri Mengarah ke Dugaan Suap di Pemkot Bengkulu
Kaesang Turun ke Bengkulu, PSI Targetkan Penguatan Mesin Partai Jelang Pemilu 2029
Bank Bengkulu Perjelas Informasi Saldo Digital, Nasabah Kini Lebih Mudah Memantau Dana
Saksi Ahli dari Terdakwa Perkuat Dakwaan Jaksa
Destita Kawal Pengembangan RSUD Lebong ke Pusat, Tiga Fasilitas Prioritas Diusulkan ke Kemenkes
Sulta Nahkodai TP Sriwijaya, Destita Berharap Sinergi Pembangunan Sumbagsel Kian Kuat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Pelindo Bengkulu Catat Pertumbuhan Arus Barang 35,6 Persen, Perkuat Peran Pelabuhan sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:09 WIB

Humas Polri Dorong Transparansi Informasi, Polda Bengkulu Perkuat Kepercayaan Publik di Era Digital

Senin, 27 Juli 2026 - 11:33 WIB

KPK Ungkap Jejak Perusahaan di Kasus Fikri Mengarah ke Dugaan Suap di Pemkot Bengkulu

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:59 WIB

Kaesang Turun ke Bengkulu, PSI Targetkan Penguatan Mesin Partai Jelang Pemilu 2029

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:09 WIB

Bank Bengkulu Perjelas Informasi Saldo Digital, Nasabah Kini Lebih Mudah Memantau Dana

Berita Terbaru