Rapor Hijau Kejati Bengkulu 2025: Selamatkan Rp1,4 Triliun, 49 Tersangka Korupsi Dijerat

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 19:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejati Bengkulu mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan menyelamatkan Rp1,4 triliun dan menetapkan 49 tersangka kasus korupsi besar.

Kejati Bengkulu mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025 dengan menyelamatkan Rp1,4 triliun dan menetapkan 49 tersangka kasus korupsi besar.

BENGKULUBAROMETER – Kinerja penegakan hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu sepanjang tahun 2025 layak mendapat catatan khusus. Di tengah sorotan publik terhadap pemberantasan korupsi, institusi ini justru mencatatkan rapor hijau dengan capaian yang konkret dan terukur. Di bawah kepemimpinan Victor Antonius Saragih Sidabutar, Kejati Bengkulu tidak hanya gencar menjerat pelaku, tetapi juga berhasil memulihkan keuangan negara dalam jumlah fantastis.

Dalam Press Release Pencapaian Kinerja Tahun 2025 yang digelar Senin, 5 Januari 2026, Kejaksaan Tinggi Bengkulu memaparkan hasil kerja sepanjang Januari hingga Desember 2025. Salah satu fokus utama berada pada bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), yang menjadi ujung tombak penanganan kasus-kasus korupsi besar.

Sepanjang tahun tersebut, Kejati Bengkulu mengembangkan 11 perkara penyidikan yang kemudian bercabang menjadi puluhan berkas. Dari proses itu, sebanyak 49 orang ditetapkan sebagai tersangka. Tidak berhenti di tahap penyidikan, jaksa juga berhasil membawa 50 perkara ke meja hijau hingga tahap penuntutan.

Baca Juga :  Harga Beras di Bengkulu Stabil, Polda Pastikan Tak Ada Lagi Permainan Harga

Salah satu perkara yang paling menyita perhatian publik adalah dugaan korupsi lahan milik Pemerintah Kota Bengkulu yang di atasnya berdiri Mega Mall. Dalam kasus ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp194 miliar. Penyidikan perkara tersebut berkembang menjadi tujuh berkas terpisah, termasuk indikasi tindak pidana pencucian uang yang kini masih terus didalami.

Selain kasus Mega Mall, Kejati Bengkulu juga membongkar skandal besar di sektor pertambangan batu bara. Perkara yang melibatkan PT Ratu Samban Mining disebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar di Bengkulu dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,8 triliun lebih.

Penanganan kasus ini tidak sederhana. Jaksa harus menelusuri dugaan korupsi pokok, aliran pencucian uang, hingga indikasi upaya menghalangi penyidikan serta praktik suap dan gratifikasi. Kompleksitas perkara menunjukkan keseriusan Kejati Bengkulu dalam membongkar kejahatan yang terstruktur dan sistematis.

Tak hanya itu, sektor perbankan dan infrastruktur juga menjadi sasaran penindakan. Kejati Bengkulu mengusut dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian fasilitas kredit dari PT Bank Raya Indonesia kepada PT Desaria Plantation Mining dengan nilai kerugian negara mencapai Rp1,3 triliun lebih.

Baca Juga :  Hari Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Digelar di Bengkulu, Vaksinasi Rabies Di Gratiskan

Di sektor infrastruktur, penyidikan dilakukan terhadap dugaan mark up pembebasan lahan proyek jalan Tol Bengkulu–Taba Penanjung tahun anggaran 2019–2020, serta kasus korupsi di PT Pos Indonesia Cabang Utama Bengkulu dan Sekretariat DPRD Provinsi Bengkulu.

Namun, capaian paling nyata dirasakan publik adalah keberhasilan penyelamatan keuangan negara. Melalui penyitaan aset dan uang tunai selama proses penyidikan, Kejati Bengkulu berhasil mengamankan lebih dari Rp1,4 triliun.

“Kami tidak hanya fokus pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pemulihan kerugian negara,” tegas Victor Antonius Saragih Sidabutar. Menurutnya, pengembalian aset menjadi bagian penting agar hasil kejahatan korupsi bisa kembali dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru