Rp110 Miliar APBN Digelontorkan untuk DDTS, Pemprov Targetkan Rampung 2028

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah mengucurkan Rp110 miliar untuk pembangunan kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2028 ini diharapkan menjadi ikon wisata baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemerintah mengucurkan Rp110 miliar untuk pembangunan kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2028 ini diharapkan menjadi ikon wisata baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai merealisasikan pembangunan besar-besaran di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) dengan total anggaran mencapai Rp110 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun dan diharapkan menjadi ikon baru pariwisata Bengkulu sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pembangunan kawasan DDTS akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama telah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp37 miliar dan saat ini mulai dikerjakan. Sementara tahap kedua direncanakan memperoleh anggaran lanjutan sebesar Rp73 miliar yang akan diajukan pada tahun berikutnya.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa pembangunan kawasan wisata tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Pemerintah ingin kawasan Danau Dendam Tak Sudah mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata.

Menurut Helmi, keberadaan kawasan wisata modern harus menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan warga melalui berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Pengelolaannya nanti akan diatur dengan baik dan tentu melibatkan masyarakat sekitar. Kehadiran kawasan wisata ini harus membuka peluang usaha, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi baru bagi warga,” ujar Helmi Hasan.

Baca Juga :  Bengkulu Didorong Jadi Pusat Bioindustri dan Ekonomi Hijau, Kawasan Industri Pulau Baai hingga Kereta Api Diusulkan

Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan terus memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai.

“Untuk tahun ini yang sudah terkontrak sekitar Rp37 miliar. Kita berharap sisanya dapat dilanjutkan pada tahun depan sehingga pembangunan bisa tuntas sesuai perencanaan,” katanya.

Helmi juga memastikan dirinya akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal terkait, serta Komisi V DPR RI guna mengawal keberlanjutan proyek strategis tersebut.

Selain membangun infrastruktur wisata, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah menyiapkan konsep pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Tujuannya agar DDTS tidak hanya ramai dikunjungi saat awal pembukaan, tetapi mampu berkembang menjadi destinasi wisata unggulan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menjelaskan pembangunan kawasan DDTS dirancang dalam dua tahapan dengan target penyelesaian hingga tahun 2028.

Pada tahap pertama, pemerintah akan melakukan penataan kawasan yang mencakup pembangunan area konser skala kecil dan besar, serta ruang pameran budaya yang akan digunakan untuk menampilkan berbagai kekayaan adat dan budaya Bengkulu.

Menurut Tejo, konsep tersebut sengaja disiapkan agar kawasan DDTS tidak hanya menjadi tempat wisata alam, tetapi juga menjadi pusat kegiatan seni dan budaya daerah.

 

Pada tahap kedua, pembangunan akan difokuskan pada penyediaan fasilitas pendukung ekonomi masyarakat. Pemerintah akan membangun los atau lapak bagi para pedagang yang telah didata oleh Dinas Pariwisata. Selain itu, kawasan tersebut juga dirancang memiliki area usaha bagi pelaku bisnis skala besar untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Baca Juga :  Helmi Hasan Tinjau Pabrik BMP, Minyak Goreng Lokal Bengkulu Siap Tekan Harga Pasar

“Pembangunan dilakukan dua tahap dan ditargetkan dua tahun akan selesai. Tahun depan akan diajukan lagi anggarannya,” ujar Tejo.

Ia menambahkan, setelah seluruh pekerjaan selesai dan masa pemeliharaan berakhir, pengelolaan kawasan akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Saat ini pemerintah juga sedang menyiapkan skema kerja sama dengan pihak ketiga agar pengelolaan kawasan wisata dapat dilakukan secara profesional.

Menurut Tejo, pemerintah ingin memastikan kawasan wisata tersebut dapat terus berkembang tanpa membebani keuangan daerah maupun masyarakat.

“Pemerintah ingin kawasan ini dikelola dengan benar, tidak membebani APBD, dan juga tidak membebani masyarakat. Kalau nantinya ada retribusi, itu lebih diarahkan untuk mendukung kebersihan dan pemeliharaan kawasan,” jelasnya.

Pembangunan Danau Dendam Tak Sudah menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor pariwisata Bengkulu. Dengan konsep yang memadukan wisata alam, budaya, hiburan, dan pusat ekonomi masyarakat, kawasan ini diproyeksikan menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru