Sultan Najamudin Desak Pemerintah Tetapkan Banjir Sumatera Sebagai Bencana Nasional

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 17:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kutua DPD RI, Sulat Najamudin mendesak Tetapkan Banjir Sumatera Sebagai Bencana Nasional

Kutua DPD RI, Sulat Najamudin mendesak Tetapkan Banjir Sumatera Sebagai Bencana Nasional

BENGKULUBAROMETER – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga Provinsi di Sumatra diantaranya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kian memperlihatkan skala kerusakan yang tidak biasa. Akibat musibah ini jumlah korban meninggal terus bertambah, ribuan keluarga mengungsi, akses darat lumpuh, dan distribusi logistik tersendat. Dalam situasi yang semakin kritis tersebut, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mendesak Pemerintah pusat menetapkan status Bencana Nasional bagi tiga provinsi di Pulau Sumatera.

Desakan tersebut muncul setelah Sultan menerima berbagai laporan langsung dari pemerintah daerah serta para senator DPD RI dari tiga provinsi terdampak.

“Kami menerima banyak masukan dari daerah. Situasi ini tidak lagi bisa ditangani sendiri oleh pemerintah provinsi. Dibutuhkan intervensi penuh dari pemerintah pusat,” ujar Sultan dalam keterangan tertulisnya, Senin 1 Desember 2025.

Baca Juga :  Kinerja Kejati Bengkulu Dipuji Komisi III DPR RI: Momentum Konsolidasi Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Menurutnya, Pemerintah melalui BNPB, TNI, Polri, hingga Kementerian terkait memang telah bergerak cepat membantu warga. Bahkan Presiden Prabowo disebut terus memantau perkembangan banjir dari waktu ke waktu. Namun, skala kerusakan dan meluasnya dampak bencana membuat penanganan di lapangan membutuhkan koordinasi nasional.

“Akses darat menuju lokasi banjir banyak yang lumpuh total. Bantuan sulit masuk. Penanggulangan dalam skala besar hanya bisa dilakukan dengan status Bencana Nasional,” tegas Sultan.

DPD RI menilai empat indikator penetapan Bencana Nasional sudah terpenuhi: tingginya korban meninggal, banyaknya warga hilang, luas sebaran lokasi terdampak, serta kerusakan infrastruktur vital. Data BNPB terbaru mencatat 166 korban meninggal di Sumatera Utara, 47 korban di Aceh, dan 90 korban di Sumatera Barat.

“Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi bencana ekologis. Ada kerusakan lingkungan dan eksploitasi yang memicu dampak semakin parah,” kata mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Baca Juga :  Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya

Sultan menegaskan bahwa penanganan bencana harus disertai evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang, pengelolaan hutan, dan mitigasi yang selama ini lemah.

“Kita harus melihat bencana dengan lebih jernih. Jangan hanya memadamkan dampaknya, tetapi menyelesaikan akar masalahnya.”ujarnya

DPD RI berharap penetapan Bencana Nasional bisa mempercepat mobilisasi bantuan, memudahkan penggunaan APBN secara langsung, dan memastikan pemulihan daerah berjalan cepat serta terkoordinasi.

 

Dengan korban terus bertambah dan wilayah terdampak semakin luas, harapan publik kini tertuju kepada keputusan pemerintah pusat. Apakah banjir besar di Aceh, Sumut, dan Sumbar akan dinaikkan statusnya menjadi Bencana Nasional, kini menjadi sorotan nasional.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PKN Usulkan Moratorium MBG dan Penghentian Program Koperasi Merah Putih
Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Nasional, Karisma Azahra Harumkan Bengkulu
KBSB TNI AD Resmi Dibuka di Bengkulu, Sasar Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan
Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera
KAHMI-FORHATI Seluma Resmi Dilantik, Bupati Teddy Rahman Ajak Kolaborasi Bangun Daerah
18 Pejabat Baru Dilantik, Prabowo Ubah Susunan Kabinet Merah Putih
Raih Emas Taekwondo Kapolri Cup, Brigpol Hade Guntur Terima Penghargaan Kapolda Bengkulu
Berbalut Pakaian Adat, Destita Bawa Pesona Bengkulu ke Paripurna HUT ke-22 DPD RI
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PKN Usulkan Moratorium MBG dan Penghentian Program Koperasi Merah Putih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Nasional, Karisma Azahra Harumkan Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:03 WIB

KBSB TNI AD Resmi Dibuka di Bengkulu, Sasar Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:22 WIB

KAHMI-FORHATI Seluma Resmi Dilantik, Bupati Teddy Rahman Ajak Kolaborasi Bangun Daerah

Berita Terbaru