BENGKULUBAROMETER – Sebanyak 448 Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, telah menuntaskan kegiatan Retret Merah Putih berbasis rumah ibadah. Program pembinaan rohani ini digagas oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan sebagai upaya membentuk aparatur yang berintegritas, disiplin, dan peduli terhadap masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, saat pelepasan peserta Retret Merah Putih angkatan ke-VIII pada Kamis (29/1/2026). Ia didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Syariandi, yang juga bertindak sebagai Koordinator Retret Merah Putih.
Herwan menjelaskan, Retret Merah Putih merupakan kegiatan pembinaan spiritual yang dilakukan selama 72 jam penuh di rumah ibadah. Selama mengikuti retret, para peserta menjalani pola latihan ibadah secara terstruktur sesuai tuntunan agama.
“Selama 72 jam peserta berada di masjid untuk melatih ibadah sesuai tuntunan Rasulullah dan para sahabat. Tujuannya meningkatkan iman, kedisiplinan salat lima waktu, memperbanyak ibadah sunnah, dzikir, serta membaca Al-Qur’an,” ujar Herwan.
Menurut Herwan, pembinaan rohani ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter ASN yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Dengan spiritualitas yang kuat, diharapkan ASN mampu bekerja lebih ikhlas dan menjauhi perilaku yang merugikan masyarakat.
Selain pembinaan ibadah, peserta juga dibekali nilai-nilai musyawarah dan kebersamaan. Mereka diajak berdiskusi serta memperkuat komunikasi antarpegawai lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Retret ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. ASN dilatih untuk peka terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya,” kata Herwan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diarahkan untuk melakukan pendataan sosial di lingkungan sekitar masjid. Data yang dikumpulkan meliputi anak yatim, warga kurang mampu, rumah tidak layak huni, serta masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
Data tersebut nantinya akan menjadi bahan tindak lanjut bagi pemerintah daerah melalui program-program bantuan yang sudah ada. Dengan cara ini, kegiatan retret tidak berhenti pada pembinaan internal ASN, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.
Koordinator Retret Merah Putih, Syariandi, mengatakan bahwa angkatan ke-VIII diikuti oleh 62 peserta dari 11 OPD. Di antara peserta terdapat tujuh pejabat eselon II yang turut terlibat langsung dalam kegiatan ini.
“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Minggu, dengan total durasi 72 jam. Alhamdulillah, seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh kesungguhan,” ujar Syariandi.
Ia menambahkan, Retret Merah Putih menjadi bagian dari upaya Pemprov Bengkulu membangun aparatur yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Dengan selesainya angkatan ke-VIII, total peserta yang telah mengikuti program ini mencapai 448 ASN. Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak aparatur di masa mendatang.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









