BENGKULUBAROMETER — Langkah modernisasi pengawasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu memasuki babak baru. Inspektur Provinsi Bengkulu, Dr M. H. Heru Susanto, SE, MM, CGCAE, CGRE, CFrA, memperkenalkan sebuah terobosan strategis bernama Implementasi e-Audit Terintegrasi (EDIT), sistem pengawasan digital yang dirancang untuk menggantikan seluruh proses audit manual yang selama ini digunakan pemerintah daerah.
Gagasan EDIT dipaparkan Heru dalam agenda Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 27 yang digelar di BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah. Di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Ir. H. Mian, EDIT diproyeksikan menjadi platform utama pembinaan dan pengawasan di lingkungan Pemprov Bengkulu.
Heru menjelaskan, selama bertahun-tahun audit pemerintah daerah masih terjebak pada prosedur konvensional, berbasis kertas, mengandalkan sampling data, serta menunggu kegiatan selesai sebelum melakukan pemeriksaan.
“Metode ini memakan waktu lama, jangkauannya terbatas, dan seringkali terlambat dalam mendeteksi risiko,” ujarnya.
Melalui analisis mendalam terhadap lima pilar manajemen Man, Method, Machine, Material, dan Environment Heru menyimpulkan bahwa pola audit konvensional tidak lagi relevan menghadapi kompleksitas pengelolaan anggaran daerah saat ini.
EDIT hadir sebagai sistem yang mengintegrasikan konsep continuous auditing dan risk-based audit. Dengan pendekatan digital, semua data pengelolaan keuangan OPD akan terhubung secara real-time ke Inspektorat. Artinya, kesalahan atau potensi penyimpangan dapat terdeteksi sejak dini tanpa menunggu laporan akhir tahun.
“EDIT bukan alat untuk mencari kesalahan. Ia adalah mekanisme pencegahan sejak awal,” kata Heru.
Menurut Heru, implementasi EDIT akan menghasilkan perubahan signifikan bagi berbagai pemangku kepentingan:
Bagi Inspektorat Daerah: jangkauan audit makin luas, temuan makin presisi, dan rekomendasi menjadi lebih tajam.
Bagi pimpinan Pemprov Bengkulu: data yang cepat dan akurat memperkuat pengambilan keputusan serta menjaga kualitas laporan keuangan menuju opini WTP berkelanjutan.
Bagi OPD proses audit tidak lagi menakutkan, karena EDIT menghadirkan pembinaan real-time. Jika ada potensi salah administrasi, sistem memberi peringatan dini.
“Setiap rupiah uang rakyat harus kembali menjadi pelayanan publik yang lebih baik,” tegas Heru.
Saat ini EDIT masih dalam tahap perancangan intensif. Namun Heru memastikan sistem ini bukan sekadar aplikasi, melainkan transformasi menyeluruh.
“Target kami, dua tahun ke depan EDIT terimplementasi penuh,” ujarnya.









