BENGKULUBAROMETER — Suasana sore di kawasan Jalan Merapi, Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu, mendadak berubah mencekam pada Minggu (14/12/2025). Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia secara tiba-tiba di depan sebuah showroom mobil. Peristiwa itu mengundang perhatian warga sekitar yang tak menyangka korban mengembuskan napas terakhirnya hanya dalam hitungan menit setelah mengeluhkan sakit di bagian dada.
Korban diketahui bernama Feri Saputra, warga Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Feri ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 17.30 WIB, dalam posisi terbaring di depan showroom mobil setelah sebelumnya sempat duduk dan meminta izin untuk beristirahat.
Menurut keterangan saksi mata, korban datang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih. Ia tiba-tiba menghentikan kendaraannya tepat di depan showroom dan tampak kesakitan. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi sempat menghampiri dan mencoba memberikan pertolongan awal.
“Saya kebetulan lewat, melihat bapak itu berhenti mendadak. Dia bilang dadanya sakit. Warga menyarankan agar dia duduk dan beristirahat dulu,” ujar Norva, warga Sawah Lebar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Tak lama setelah duduk, kondisi korban justru semakin melemah. Warga kemudian membantu membaringkan tubuh Feri agar lebih nyaman sembari menunggu kemungkinan pertolongan lanjutan. Beberapa orang berinisiatif untuk membangunkannya dan menawarkan obat, namun korban tak lagi merespons.
“Kami kira hanya pingsan. Tapi setelah digoyangkan dan dibangunkan, dia tidak bergerak sama sekali. Saat dicek, ternyata sudah meninggal,” lanjut Norva dengan suara lirih.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Sejumlah orang langsung mendekat untuk memastikan kondisi korban, sementara sebagian lainnya mencoba menghubungi pihak berwenang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya Feri Saputra.
Identitas korban akhirnya berhasil diketahui setelah warga menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibawa oleh korban. Dari identitas tersebut, diketahui bahwa korban merupakan warga Kecamatan Kampung Melayu. Meski demikian, hingga Minggu sore, pihak keluarga belum datang ke lokasi kejadian.
“Identitasnya sudah ada karena bapak itu membawa KTP. Tapi sampai tadi sore belum dijemput keluarga,” kata seorang warga setempat.
Hingga kini, penyebab meninggalnya korban masih belum dapat dipastikan. Warga menduga korban mengalami serangan mendadak, mengingat keluhan nyeri dada yang disampaikan sebelum korban kehilangan kesadaran. Namun, dugaan tersebut masih menunggu kepastian dari pihak berwenang.
Kasus meninggal mendadak di ruang publik seperti ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya respons cepat dalam kondisi darurat medis. Nyeri dada mendadak, terutama pada lansia, kerap menjadi gejala serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









