BENGKULUBARIMETER – Pemerintah Kabupaten Kaur menunjukkan keseriusannya membangun masa depan nelayan pesisir. Rabu, 17 Desember 2025, Bupati Kaur Gusril Pausi turun langsung ke Desa Merpas, Kecamatan Nasal, meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah proyek strategis bernilai Rp20 miliar yang digadang-gadang menjadi motor baru ekonomi pesisir.
Di bawah terik matahari pantai selatan Bengkulu, bupati menyusuri area pembangunan yang kini telah mencapai progres sekitar 45 persen. Sejumlah bangunan utama mulai terlihat bentuknya. Aktivitas alat berat masih berlangsung, menandai percepatan pengerjaan agar target penyelesaian dapat dicapai tepat waktu.
Kampung Nelayan Merah Putih bukan proyek biasa. Program ini didukung penuh oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan dirancang sebagai kawasan terpadu. Tidak sekadar membangun rumah nelayan, tetapi juga menyediakan infrastruktur ekonomi, sosial, dan kelembagaan yang selama ini menjadi titik lemah masyarakat pesisir.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah nelayan,” tegas Bupati Gusril Pausi di sela peninjauan. Ia menekankan bahwa pembangunan harus berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, anggaran besar tidak akan berarti jika tidak berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Dalam konsep besarnya, Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi gedung sentra kuliner hasil laut, gudang penyimpanan ikan, pabrik es, balai nelayan, kantor koperasi, hingga bantuan alat tangkap dan 10 unit sampan bagi nelayan. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan memutus mata rantai ketergantungan nelayan pada tengkulak.
Total terdapat 18 paket pekerjaan yang dikerjakan secara bertahap. Seluruhnya, kata bupati, telah melalui proses sosialisasi dan mendapat persetujuan masyarakat Desa Merpas. Kesepakatan ini penting untuk memastikan proyek berjalan tanpa konflik sosial dan benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah. Pembangunan fisik, menurutnya, harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia, kelembagaan koperasi, dan tata kelola usaha perikanan. “Kalau bangunannya jadi, tapi pengelolaannya lemah, dampaknya tidak akan maksimal,” ujarnya.
Menariknya, setelah rampung, Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan akan diresmikan langsung oleh pihak KKP RI. Peresmian ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda kuatnya dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan nelayan di Kabupaten Kaur.
Bagi Kecamatan Nasal, proyek ini menjadi harapan baru. Selama bertahun-tahun, nelayan di wilayah ini bergulat dengan keterbatasan fasilitas pascapanen, minimnya akses pasar, serta fluktuasi harga ikan. Dengan hadirnya KNMP, pemerintah daerah berharap roda ekonomi pesisir dapat berputar lebih kencang.
“Dampaknya tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Gusril. Ia optimistis sektor perikanan di Kabupaten Kaur akan semakin kuat, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









