Tangis Haru Sambut Kepulangan Empat Korban TPPO

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBADOMETER – Tangis haru pecah di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Rabu pagi (25/2). Empat warga Bengkulu yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) akhirnya tiba di tanah air. Begitu menginjakkan kaki di Bumi Merah Putih, mereka langsung bersujud syukur di lantai bandara.

Keempatnya adalah Deni Febriansyah, Ardi, Engga, dan Imron. Mereka sebelumnya menjadi korban TPPO di Kamboja setelah dijanjikan pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri.

Suasana penyambutan berlangsung emosional. Keluarga yang sejak pagi menunggu tak kuasa menahan tangis saat melihat anak dan kerabat mereka kembali dalam keadaan selamat. Pelukan erat dan doa syukur mengiringi momen tersebut.

Selain keluarga, kedatangan mereka juga disambut Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Romli bin Romlan, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga :  EDIT: Terobosan Audit Digital Bengkulu untuk Mengakhiri Era Pengawasan Manual

Pemulangan keempat korban merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama DPRD Provinsi Bengkulu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), TNI/Polri, serta sejumlah pihak lainnya. Proses pemulangan telah diupayakan sejak awal Februari 2026.

Deni, mewakili rekan-rekannya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu proses kepulangan mereka.

“Terima kasih Bapak Gubernur, Baznas, dan semua pihak yang telah membantu proses kepulangan kami dari awal hingga akhir. Akhirnya kami bisa Lebaran bersama keluarga,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Menurut keterangan, keempat korban awalnya ditawari pekerjaan di Vietnam dengan iming-iming gaji sebesar Rp12,8 juta per bulan. Namun setibanya di luar negeri, mereka justru diberangkatkan ke Kamboja.

Di sana, mereka dipaksa melakukan praktik penipuan atau scam berkedok judi daring. Paspor dan telepon seluler mereka disita. Mereka juga dipaksa mempelajari mekanisme penipuan tersebut.

Karena tidak memiliki kemampuan mengoperasikan komputer, mereka tidak mampu menjalankan instruksi yang diberikan. Akibatnya, mereka mengalami penyiksaan berupa cambukan dan sengatan listrik.

Baca Juga :  Banyak Keluhan Masyarakat Soal MBG, Gerindra Seluma Minta Kepala BGN Baru Lakukan Evaluasi Total

Setelah bertahan selama delapan hari dalam tekanan dan kekerasan, keempatnya berhasil melarikan diri dan menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Di sana, mereka mendapatkan perlindungan dan ditempatkan di penampungan sambil menunggu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyampaikan bahwa keberhasilan pemulangan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, empat warga kita korban TPPO berhasil dipulangkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak mudah tergiur janji-janji yang menawarkan gaji besar,” tegasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan legalitas dan prosedur resmi sebelum menerima tawaran kerja di luar negeri. Pemerintah daerah meminta warga untuk berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) di masing-masing kabupaten/kota.

Berita Terkait

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 
Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan
Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa
CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata
Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar
Laporan Dugaan Izin PT RAA Berproses, Kejati Bengkulu Koordinasi dengan Kejagung dan Satgas PKH
Ustadz Kondang KH ES Mubarok Hadir di HUT Bengkulu Tengah, Masyarakat Diajak Ramaikan Istighotsah Akbar
Festival Tabut 2026 Resmi Dibuka, Helmi Hasan Ajak Jadikan Budaya Motor Penggerak Ekonomi Bengkulu
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:26 WIB

Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:53 WIB

CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:38 WIB

Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar

Berita Terbaru