BNPT dan Densus 88 Perkuat Benteng Generasi Muda dari Ancaman Dunia Digital

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BNPT dan Densus 88 memperkuat kolaborasi melindungi generasi muda dari ancaman dunia digital melalui literasi digital, pendidikan, dan penguatan ketahanan masyarakat. (RABU-21-05-2026)-- FOTO: IST//MBG.

BNPT dan Densus 88 memperkuat kolaborasi melindungi generasi muda dari ancaman dunia digital melalui literasi digital, pendidikan, dan penguatan ketahanan masyarakat. (RABU-21-05-2026)-- FOTO: IST//MBG.

BENGKULUBAROMETER – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 Antiteror Polri terus memperkuat kerja sama dalam melindungi generasi muda dari ancaman pengaruh negatif di era digital. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan literasi digital, perlindungan anak, hingga membangun ketahanan masyarakat dari lingkungan terkecil.

Penguatan kolaborasi itu dibahas dalam kegiatan bedah buku bertajuk Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur mulai dari aparat keamanan, akademisi, psikolog hingga pakar teknologi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Eddy Hartono mengatakan perlindungan generasi muda tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Menurutnya, keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

“Membangun ketahanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, dan seluruh elemen bangsa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda,” ujar Eddy Hartono.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi digital saat ini membawa tantangan baru yang harus dihadapi bersama. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan memahami perubahan sosial dan ancaman yang muncul di ruang digital.

Baca Juga :  Adi Mambrasar Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Humanis Melayani Masyarakat Papua

BNPT menilai langkah pencegahan harus diperkuat melalui pendidikan, penguatan literasi digital serta deteksi dini berbasis komunitas. Dengan cara itu, masyarakat diharapkan lebih cepat mengenali pengaruh negatif yang bisa mengganggu generasi muda.

Selain itu, pendekatan tersebut juga dinilai sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang menempatkan kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi dan deradikalisasi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama lintas sektor.

“Pencegahan yang efektif tumbuh dari lingkungan terdekat masyarakat. Karena itu, penguatan keluarga, sekolah, komunitas, dan ruang sosial menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan bersama,” jelasnya.

Dalam memperkuat langkah tersebut, BNPT terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di berbagai daerah. Program berbasis komunitas juga diperkuat agar edukasi dan literasi digital bisa menjangkau masyarakat lebih luas.

Sementara itu, Densus 88 Antiteror Polri melalui Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo menegaskan pentingnya perlindungan anak di tengah derasnya perkembangan dunia digital.

Menurutnya, anak-anak harus dipahami sebagai kelompok yang perlu dilindungi dan diperkuat ketahanannya agar tidak mudah terpengaruh berbagai konten negatif.

Baca Juga :  Bukti Keseriusan Berantas Korupsi, 3 Tahun Berturut Ditreskrimsus Polda Bengkulu Raih Peringkat 1 Nasional

“Anak perlu dipahami sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya. Karena itu, penguatan literasi digital, lingkungan sosial yang sehat, dan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan,” kata Sentot Prasetyo.

Ia menilai perlindungan generasi muda akan lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama melalui pendekatan kolaboratif antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi dan masyarakat.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Psikolog Forensik Zora Arfina Sukabdi yang menilai penguatan perlindungan psikologis dan deteksi dini menjadi kebutuhan penting saat ini.

Menurutnya, perubahan pola interaksi generasi muda di era digital membuat pendekatan perlindungan harus semakin diperkuat.

Sementara itu, Harkristuti Harkrisnowo menekankan pentingnya kebijakan yang tetap mengedepankan hak asasi manusia serta berbasis pada bukti ilmiah agar langkah perlindungan berjalan secara proporsional.

Diskusi tersebut mempertegas bahwa perlindungan generasi muda tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendidikan, pengawasan keluarga dan penguatan mental anak-anak sejak dini.

BNPT dan Densus 88 menilai sinergi semua pihak menjadi kunci utama untuk menciptakan masa depan generasi muda yang aman, sehat dan siap menghadapi tantangan era digital.

Berita Terkait

PKN Usulkan Moratorium MBG dan Penghentian Program Koperasi Merah Putih
Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Nasional, Karisma Azahra Harumkan Bengkulu
KBSB TNI AD Resmi Dibuka di Bengkulu, Sasar Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan
Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera
KAHMI-FORHATI Seluma Resmi Dilantik, Bupati Teddy Rahman Ajak Kolaborasi Bangun Daerah
18 Pejabat Baru Dilantik, Prabowo Ubah Susunan Kabinet Merah Putih
Raih Emas Taekwondo Kapolri Cup, Brigpol Hade Guntur Terima Penghargaan Kapolda Bengkulu
Berbalut Pakaian Adat, Destita Bawa Pesona Bengkulu ke Paripurna HUT ke-22 DPD RI
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:04 WIB

PKN Usulkan Moratorium MBG dan Penghentian Program Koperasi Merah Putih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Nasional, Karisma Azahra Harumkan Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:03 WIB

KBSB TNI AD Resmi Dibuka di Bengkulu, Sasar Infrastruktur hingga Pelayanan Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Tak Kunjung Direspons, Koalisi STuEB Desak Prabowo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Pencemaran PLTU di Sumatera

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:22 WIB

KAHMI-FORHATI Seluma Resmi Dilantik, Bupati Teddy Rahman Ajak Kolaborasi Bangun Daerah

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB