BENGKULUBAROMETER – Menjelang puncak musim haji 2026, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama tim melakukan pertemuan penting dengan jajaran Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Riyadh, Jumat (22/5/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai langkah memperkuat perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Kedatangan Wakapolri disambut langsung Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh penghormatan sebagai bentuk eratnya hubungan Indonesia dan Arab Saudi dalam urusan keamanan serta perlindungan warga negara.
Ia mengatakan penguatan kerja sama internasional sangat penting demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah haji.
Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas penguatan koordinasi perlindungan warga negara, pertukaran informasi, hingga percepatan penanganan masalah yang berpotensi dialami jemaah Indonesia.
Lawatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan Satgas Haji Polri yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Satgas tersebut fokus melakukan pengawasan terhadap praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa hingga penipuan yang sering memakan korban calon jemaah.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan perlindungan jemaah harus dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
“Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi kuat agar masyarakat bisa beribadah dengan aman dan nyaman.
Polri menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik haji ilegal demi melindungi masyarakat Indonesia.









