BENGKULUBAROMETER – Musyawarah Daerah (Musda) III Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Bengkulu resmi dibuka, Sabtu (18/07/2026), di Aula Gedung Merah Putih.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengajak seluruh kader dan alumni HMI untuk terus menjaga silaturahmi serta berkontribusi melalui ide dan gagasan demi kemajuan Kota Bengkulu.
Dedy mengatakan, Musda merupakan bagian dari siklus keberlanjutan pembinaan organisasi. Menurutnya, momentum tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk memperkuat peran KAHMI sebagai wadah berhimpunnya para alumni HMI.
“Saya berharap KAHMI ini tidak hanya menjadi tempat berhimpun para alumni. Ke depan, minimal setiap tiga bulan sekali kita bisa menggelar diskusi, menyampaikan ide dan gagasan terkait berbagai persoalan di Kota Bengkulu. Ini penting untuk menguatkan peran HMI dan KAHMI dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa,” ujar Dedy.
Ia meyakini semangat kebersamaan di antara alumni HMI akan terus terjaga karena seluruh anggotanya dibesarkan dalam nilai-nilai organisasi yang sama. Saat ini, para alumni telah berkiprah di berbagai bidang profesi, mulai dari perbankan, politik hingga sektor lainnya.
“Kita semua dibesarkan di HMI. Hari ini ada yang menjadi banker, ada yang menjadi politisi, ada yang berkiprah di berbagai bidang. Tetapi silaturahmi tidak akan pernah terputus,” ungkapnya.
Dedy juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban seseorang memiliki batas waktu, namun hubungan persaudaraan yang dibangun melalui HMI dan KAHMI harus terus terjalin sepanjang hayat.
“Jabatan wali kota ada batasnya, jabatan gubernur juga ada batasnya. Tetapi silaturahmi itu sepanjang hayat. HMI telah mewarnai perjalanan hidup saya, dan saya bisa berada di posisi hari ini juga karena dibesarkan di lingkungan KAHMI,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Dedy menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar HMI dan iKAHMI yang selama ini memberikan dukungan kepadanya. Ia pun mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama membantu Pemerintah Kota Bengkulu dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik.
“Terima kasih kepada teman-teman semua yang telah memberikan dukungan. Ke depan, tolong terus bantu wali kota, bantu Kota Bengkulu. Kita ingin menata kota ini menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Dedy, Bengkulu tidak memiliki kawasan industri maupun lahan pertanian yang luas. Karena itu, salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan kunjungan wisatawan dan menghadirkan berbagai kegiatan berskala nasional.
“Kita harus mengundang orang datang ke Kota Bengkulu. Fasilitas untuk wisatawan harus kita perbaiki, kotanya kita tata agar nyaman. Saya ingin setiap orang yang masuk ke Kota Bengkulu merasa seperti pulang ke rumah sendiri, sehingga mereka ingin datang kembali. Kenapa orang suka ke Yogyakarta? Karena suasananya guyub dan tenang. Saya ingin Bengkulu juga seperti itu. Jika orang datang, uang akan berputar dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Selain itu, kami juga akan memperbanyak event nasional di Kota Bengkulu,” tutup Dedy.









