BENGKULUBAROMETER — Bank Bengkulu tak hanya menyiapkan agenda pengundian, melainkan juga merancang rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan wisata, budaya, sejarah, dan kuliner khas Bengkulu kepada delegasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu perubahan penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah lokasi gala dinner. Acara yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Merah Putih dipindahkan ke kawasan Benteng Marlborough.
Gala dinner dijadwalkan digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.
Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengatakan pemilihan Benteng Marlborough dilakukan untuk lebih menonjolkan sisi sejarah dan heritage Bengkulu kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah.
“Balai Kota Merah Putih itu, apalagi malam, kalau kata Pak Wali tidak ada khasnya. Kalau malam kan cuma kelihatan gedungnya saja. Kalau di benteng ada heritage-nya,” kata Iswahyudi, Senin (17/82/2026).
Menurutnya, pemilihan lokasi yang memiliki nilai sejarah juga menjadi bagian dari pengalaman ketika seseorang berkunjung ke suatu daerah. Ia mencontohkan kunjungan ke daerah lain yang biasanya mengajak tamu menikmati tempat-tempat ikonik dan bersejarah.
“Biasanya orang kalau kunjungan, seperti kita misalnya kemarin di Jogja, itu di Keraton. Kalau kita datang ke suatu daerah, biasanya kita diajak ke gedung yang ada nilai sejarahnya,” ujarnya.
Karena itu, sambung Iswahyudi, Bank Bengkulu ingin menjadikan gala dinner tersebut sebagai momentum untuk memperkenalkan karakter khas Bengkulu, bukan sekadar menggelar jamuan di gedung modern atau hotel.
“Kita mau menonjolkan sejarahnya, yang khasnya Bengkulu, dan heritage-nya,” tegas Iswahyudi.
Dalam gala dinner tersebut, para delegasi juga akan disuguhi berbagai pertunjukan serta keramahan khas Bengkulu. Pemerintah Kota Bengkulu akan turut menjadi tuan rumah dalam menjamu para tamu.
Dari sisi kuliner, makanan khas Bengkulu juga akan menjadi bagian penting dalam jamuan. Sejumlah hidangan tradisional seperti pendap, lemang, dan makanan yang menggunakan tempoyak rencananya akan disajikan kepada para delegasi.
“Biasanya juga kita datang di tempat lain, itu ingin mencicipi makanan khas. Jadi kita menampilkan makanan-makanan khas, termasuk pendap dan segala macam. Pendap, mungkin lemang, tempoyak,” ujar Iswahyudi.
Selain makanan khas daerah, panitia juga menyiapkan menu umum sebagai alternatif bagi tamu yang mungkin kurang cocok dengan makanan tradisional.
Tak hanya itu, suasana gala dinner juga akan semakin dimeriahkan dengan pesta durian. Bank Bengkulu menyiapkan sekitar 100 hingga 200 buah durian untuk dinikmati para tamu.
“Kita siapkan juga makanan umum yang takutnya mereka tidak ingin. Durian juga, nanti ada pesta durennya. Mungkin 100 atau 200 biji,” tutup Iswahyudi.
Melalui rangkaian tersebut, Bank Bengkulu berharap para delegasi tidak hanya mengikuti agenda utama, tetapi juga membawa pengalaman mengenai kekayaan sejarah, budaya, wisata, serta cita rasa khas Bengkulu.









