Dari Elephant Camp, Anak Muda Bengkulu Diajak Menjaga Gajah Sumatera

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elephant Camp 2026 mengajak pelajar, mahasiswa dan masyarakat Bengkulu mengenal gajah Sumatera serta pentingnya menjaga habitat Bentang Seblat.

Elephant Camp 2026 mengajak pelajar, mahasiswa dan masyarakat Bengkulu mengenal gajah Sumatera serta pentingnya menjaga habitat Bentang Seblat.

BENGKULUBAROMETER – Delapan gajah binaan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat ikut menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.

Bersama peserta Elephant Camp 2026, gajah-gajah tersebut mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar di Taman Wisata Alam (TWA) Seblat pada 15-17 Agustus 2026.

Elephant Camp digelar Koalisi Bentang Seblat bersama elemen pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Bengkulu dalam rangka memperingati Hari Gajah Sedunia sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut mengusung tema #GajahKita.

Tema itu membawa pesan bahwa keberadaan gajah Sumatera di Bentang Seblat bukan hanya menjadi urusan pemerintah atau kelompok konservasi. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keberlangsungan hidup satwa tersebut.

Salah satu rangkaian kegiatan dilakukan setelah upacara bendera. Peserta bersama delapan gajah binaan PKG Seblat membentuk formasi sebagai simbol kebersamaan manusia dan gajah.

Pesan yang ingin disampaikan melalui formasi tersebut adalah bahwa gajah merupakan bagian dari kekayaan alam yang harus dijaga bersama.

Elephant Camp tidak hanya berisi kampanye perlindungan gajah. Peserta juga diajak masuk dan mengenal Bentang Seblat secara langsung. Mereka mengikuti kegiatan susur hutan dengan pendampingan petugas BKSDA.

Di dalam kawasan tersebut, peserta melihat berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang sebelumnya mungkin hanya mereka kenal melalui buku atau media.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Lais Kawal Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Pagaruyung, Akses Warga Segera Makin Lancar

Salah seorang peserta, Bela Wilianti, mengatakan Bentang Seblat memiliki keanekaragaman hayati yang harus dilindungi.

“Banyak keanekaragaman yang kami temui. Ada serangga, dan tumbuhan yang belum pernah kami temui, termasuk pohon meranti yang terancam punah,” kata Bela.

Pengalaman berada langsung di dalam kawasan hutan menjadi bagian penting dari pendidikan konservasi.

Peserta tidak sekadar menerima informasi mengenai ancaman terhadap gajah, tetapi melihat sendiri kawasan yang menjadi tempat hidup satwa tersebut.

Koordinator PLG Seblat Bengkulu, Johansyah, mengatakan Elephant Camp menjadi salah satu bentuk dukungan publik terhadap keberadaan dan keberlanjutan konservasi gajah di Seblat.

“Para peserta bisa berinteraksi secara langsung dan menjadi sarana edukasi tentang gajah Sumatera di Bengkulu,” ujar Johansyah.

Pengalaman berbeda dirasakan Pinka. Ia datang ke PKG Seblat bersama empat temannya.

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya melihat gajah secara langsung.

Bagi Pinka, kesempatan berinteraksi dengan gajah memberikan kesan yang sulit dilupakan.

“Ini menjadi pengalaman berharga. Kegiatan ini semakin menyadarkan kita bahwa keberadaan gajah sangat penting dan mereka berhak mendapatkan ruang hidup yang aman,” katanya.

Kesadaran mengenai pentingnya ruang hidup menjadi salah satu pesan utama Elephant Camp.

Sebab, gajah bukan hanya satwa yang harus diselamatkan karena populasinya semakin sedikit. Keberadaannya mempunyai fungsi penting bagi keseimbangan hutan.

Baca Juga :  Kejari Tanjabbar Sikat Korupsi Sawit! Rp17,9 Miliar Uang Negara Berhasil Diselamatkan

Gajah berperan sebagai penyebar benih. Ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain, gajah membawa dan menyebarkan biji berbagai tumbuhan melalui aktivitas makan dan kotorannya.

Pergerakan kawanan gajah juga membantu membuka jalur alami di dalam hutan. Proses tersebut turut mendukung regenerasi hutan dan keberagaman tumbuhan.

Di balik pengalaman peserta Elephant Camp, kondisi gajah Sumatera di Bengkulu tetap mengkhawatirkan.

Kepala BKSDA Provinsi Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan populasi gajah di Bengkulu saat ini diperkirakan tinggal sekitar 25 hingga 30 ekor, sedangkan 10 lainnya merupakan gajah jinak di TWA Seblat.

Gajah liar yang terpantau masih memiliki empat anak. Hal itu menunjukkan populasi tersebut masih bereproduksi.

Namun, Agung mengingatkan berkurangnya tutupan hutan dan perubahan kawasan menjadi perkebunan sawit dapat mengancam keberlangsungan populasi.

“Jika terus terjadi maka populasi gajah ini terancam dan ini yang harus kita cegah,” kata Agung.

Karena itu, edukasi kepada generasi muda menjadi bagian penting dari upaya konservasi.

Elephant Camp mencoba mendekatkan masyarakat dengan gajah, bukan sekadar melalui cerita mengenai konflik atau ancaman kepunahan, tetapi melalui pengalaman langsung melihat satwa dan habitatnya.

Berita Terkait

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi
Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas
DPRD Desak Polemik Mantan Guru SDIT Rabbani Segera Tuntas, Yayasan Diminta Penuhi Hak Guru
ESDM Bengkulu Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Pasokan BBM
 1.600 Penumpang Bengkulu Terdampak, Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Eks Satpam SPPG Keluhkan Upah, Komisi IV DPRD Bengkulu Sebut Jangan Zalim kepada Relawan
Perbasi Kota Bengkulu Gelar Basketball 3X3 Tournament, Jadi Ajang Mencari Bibit Atlet Muda
PT Olien Jual 180 Ton Migor Curah ke Perusahaan Hauling Batu Bara, Terungkap di Sidang MinyakKita
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 8 September 2026 - 16:26 WIB

Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas

Senin, 7 September 2026 - 15:40 WIB

DPRD Desak Polemik Mantan Guru SDIT Rabbani Segera Tuntas, Yayasan Diminta Penuhi Hak Guru

Senin, 7 September 2026 - 11:10 WIB

ESDM Bengkulu Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Pasokan BBM

Minggu, 6 September 2026 - 15:01 WIB

 1.600 Penumpang Bengkulu Terdampak, Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terbaru

HPMPI meminta pemerintah membuka peluang bagi 6.500 outlet Pertashop untuk menyalurkan BBM subsidi dan menjadi SPBU Kompak.

Berita Terkini

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB