Seminar Nasional ASBANDA Dibuka, BPD Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah (BPD) Seluruh Indonesia resmi digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (21/8/2026). Seminar yang menjadi bagian dari rangkaian Undian Nasional Tabungan Simpeda XXXVII-2026 tersebut menempatkan penguatan peran BPD dalam pembangunan ekonomi daerah sebagai pembahasan utama.

Seminar nasional yang diikuti perwakilan BPD dari berbagai daerah di Indonesia itu mengangkat tema “Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas Bank Pembangunan Daerah dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional.”

Kegiatan ini menjadi momentum bagi BPD untuk menyatukan visi sekaligus membahas tantangan yang dihadapi bank daerah dalam menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Bengkulu Ir H Mian dalam sambutannya menegaskan, BPD harus mampu mengambil peran lebih besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, BPD tidak cukup hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan.

“Bank pembangunan daerah bukan sekadar lembaga intermediasi keuangan, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah,” ujar Mian.

Ia mengatakan, posisi BPD sangat strategis karena memiliki kedekatan dengan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha hingga berbagai sektor ekonomi di daerah.

Karena itu, keberadaan BPD harus mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi dan pembangunan di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Mian menilai perkembangan ekonomi dan industri jasa keuangan yang berlangsung cepat menuntut BPD untuk terus melakukan transformasi.

Kemajuan teknologi digital, tuntutan tata kelola yang semakin tinggi serta persaingan industri jasa keuangan membuat bank daerah harus meningkatkan kemampuan dan daya saing.

Paradigma terhadap BPD, kata Mian, juga harus berubah. BPD tidak lagi cukup dipandang hanya sebagai bank milik pemerintah daerah, tetapi harus berkembang menjadi bank yang kompetitif, profesional, sehat dan inovatif.

“BPD harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digitalisasi,” tuturnya.

Menurut Mian, pembahasan dalam seminar nasional tersebut penting untuk membangun kesamaan visi di antara BPD seluruh Indonesia. Penguatan sinergi dan peningkatan daya saing dinilai menjadi kunci agar BPD dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Mian juga mengapresiasi Bank Bengkulu yang dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan nasional ASBANDA dan Undian Nasional Tabungan Simpeda XXXVII-2026.

Ia mengatakan, Bank Bengkulu merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendukung pembangunan Provinsi Bengkulu. Karena itu, kinerja dan kapasitas bank daerah tersebut perlu terus diperkuat.

“Kita berharap Bank Bengkulu terus meningkatkan kinerja, memperkuat dan meningkatkan permodalan, sekaligus kualitas pelayanan, mempercepat transformasi digital, serta semakin aktif mendukung sektor-sektor ekonomi produktif di daerah,” kata Mian.

Baca Juga :  UMP Bengkulu 2026 Naik Rp157 Ribu, Pemerintah Ambil Jalan Tengah

Ia juga mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah kabupaten dan kota, OJK, Bank Indonesia, DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, ASBANDA, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kita harap forum ini menjadi momentum bagi Bank Bengkulu untuk memperluas kolaborasi, bertukar pengalaman dengan BPD lain, sekaligus memperkuat posisi Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang semakin sehat dan kompetitif,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi berharap seminar nasional tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan pemikiran dan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah melalui BPD.

“Makanya kita seminar hari ini tunggal, yang kita fokus. Tadi sudah beberapa pembicaraan kita sudah sampaikan. Mudah-mudahan seminar hari ini bisa kita hasilkan pemikiran-pemikiran, rekomendasi yang dapat kita berikan kepada pemerintah untuk kemajuan pembangunan daerah melalui bank daerah,” ujar Iswahyudi.

Iswahyudi menilai penyelenggaraan seminar nasional di Bengkulu juga menjadi kesempatan bagi daerah untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya kepada peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru