Pelabuhan Bengkulu Mulai Beralih ke Energi Bersih, GLC Kini Gunakan Listrik

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Pelabuhan ini menjadi salah satu pintu utama aktivitas bongkar muat dan distribusi barang melalui jalur laut di Provinsi Bengkulu.

Aktivitas di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Pelabuhan ini menjadi salah satu pintu utama aktivitas bongkar muat dan distribusi barang melalui jalur laut di Provinsi Bengkulu.

BENGKULUBAROMETER – Transformasi menuju pelabuhan yang lebih ramah lingkungan mulai terlihat di Pelabuhan Bengkulu. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu mengubah sumber energi Gantry Luffing Crane (GLC) dari bahan bakar solar menjadi tenaga listrik.

Perubahan tersebut menjadi salah satu langkah Pelindo Regional 2 Bengkulu dalam menerapkan konsep Green Port. Selain menekan penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan listrik pada alat bongkar muat ini diharapkan mampu mengurangi emisi langsung selama kegiatan operasional pelabuhan.

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan transformasi tersebut tidak sekadar mengganti sumber energi pada peralatan pelabuhan. Perubahan juga diarahkan untuk menciptakan kegiatan operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Transformasi ini bukan hanya soal mengganti sumber energi. Ada aspek efisiensi operasional dan keberlanjutan yang ingin kami capai secara bersamaan,” ujar Dimas.

Baca Juga :  Destita Minta Pemerintah Pusat Percepat Realisasi SR di Mukomuko

Sebelumnya, GLC di Pelabuhan Bengkulu menggunakan solar sebagai sumber energi utama. Setelah dilakukan transformasi, alat bongkar muat tersebut kini menggunakan tenaga listrik.

Penggunaan listrik dinilai memberikan sejumlah keuntungan. Selain tidak lagi bergantung pada solar untuk mengoperasikan GLC, tingkat kebisingan alat menjadi lebih rendah dan emisi langsung selama kegiatan bongkar muat juga dapat ditekan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan pelabuhan yang tidak semata mengejar produktivitas. Pelindo juga mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap efisiensi penggunaan energi dan dampak kegiatan operasional terhadap lingkungan.

Menurut Dimas, transformasi peralatan harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam kegiatan pelabuhan sehari-hari.

“Kami ingin setiap transformasi memberikan manfaat yang nyata. Pelayanan semakin baik, biaya operasional lebih efisien, dan dampak terhadap lingkungan juga semakin kecil,” katanya.

Baca Juga :  PLTA Musi Digerebek! Kejati Bengkulu Geledah 3 Kota, Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Proyek PLN

Transformasi GLC juga sejalan dengan arah pengembangan Green Port yang menjadi bagian dari agenda transformasi BUMN melalui Danantara. Konsep tersebut mendorong pengelolaan pelabuhan yang lebih efisien dalam penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi.

Pelindo Regional 2 Bengkulu juga menempatkan transformasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan pelayanan pelabuhan.

Ke depan, pengembangan operasional Pelabuhan Bengkulu akan terus diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, keselamatan kerja dan kualitas pelayanan. Aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari proses tersebut.

Perubahan GLC dari solar menjadi listrik menjadi salah satu langkah awal menuju pola operasional Pelabuhan Bengkulu yang lebih modern, efisien dan ramah lingkungan.

Berita Terkait

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi
Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas
DPRD Desak Polemik Mantan Guru SDIT Rabbani Segera Tuntas, Yayasan Diminta Penuhi Hak Guru
ESDM Bengkulu Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Pasokan BBM
 1.600 Penumpang Bengkulu Terdampak, Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Eks Satpam SPPG Keluhkan Upah, Komisi IV DPRD Bengkulu Sebut Jangan Zalim kepada Relawan
Perbasi Kota Bengkulu Gelar Basketball 3X3 Tournament, Jadi Ajang Mencari Bibit Atlet Muda
PT Olien Jual 180 Ton Migor Curah ke Perusahaan Hauling Batu Bara, Terungkap di Sidang MinyakKita
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 8 September 2026 - 16:26 WIB

Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas

Senin, 7 September 2026 - 15:40 WIB

DPRD Desak Polemik Mantan Guru SDIT Rabbani Segera Tuntas, Yayasan Diminta Penuhi Hak Guru

Senin, 7 September 2026 - 11:10 WIB

ESDM Bengkulu Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Pasokan BBM

Minggu, 6 September 2026 - 15:01 WIB

 1.600 Penumpang Bengkulu Terdampak, Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terbaru

HPMPI meminta pemerintah membuka peluang bagi 6.500 outlet Pertashop untuk menyalurkan BBM subsidi dan menjadi SPBU Kompak.

Berita Terkini

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB