BENGKULUBAROMETER – Transformasi menuju pelabuhan yang lebih ramah lingkungan mulai terlihat di Pelabuhan Bengkulu. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu mengubah sumber energi Gantry Luffing Crane (GLC) dari bahan bakar solar menjadi tenaga listrik.
Perubahan tersebut menjadi salah satu langkah Pelindo Regional 2 Bengkulu dalam menerapkan konsep Green Port. Selain menekan penggunaan bahan bakar fosil, penggunaan listrik pada alat bongkar muat ini diharapkan mampu mengurangi emisi langsung selama kegiatan operasional pelabuhan.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan transformasi tersebut tidak sekadar mengganti sumber energi pada peralatan pelabuhan. Perubahan juga diarahkan untuk menciptakan kegiatan operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“Transformasi ini bukan hanya soal mengganti sumber energi. Ada aspek efisiensi operasional dan keberlanjutan yang ingin kami capai secara bersamaan,” ujar Dimas.
Sebelumnya, GLC di Pelabuhan Bengkulu menggunakan solar sebagai sumber energi utama. Setelah dilakukan transformasi, alat bongkar muat tersebut kini menggunakan tenaga listrik.
Penggunaan listrik dinilai memberikan sejumlah keuntungan. Selain tidak lagi bergantung pada solar untuk mengoperasikan GLC, tingkat kebisingan alat menjadi lebih rendah dan emisi langsung selama kegiatan bongkar muat juga dapat ditekan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan pelabuhan yang tidak semata mengejar produktivitas. Pelindo juga mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap efisiensi penggunaan energi dan dampak kegiatan operasional terhadap lingkungan.
Menurut Dimas, transformasi peralatan harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam kegiatan pelabuhan sehari-hari.
“Kami ingin setiap transformasi memberikan manfaat yang nyata. Pelayanan semakin baik, biaya operasional lebih efisien, dan dampak terhadap lingkungan juga semakin kecil,” katanya.
Transformasi GLC juga sejalan dengan arah pengembangan Green Port yang menjadi bagian dari agenda transformasi BUMN melalui Danantara. Konsep tersebut mendorong pengelolaan pelabuhan yang lebih efisien dalam penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi.
Pelindo Regional 2 Bengkulu juga menempatkan transformasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan pelayanan pelabuhan.
Ke depan, pengembangan operasional Pelabuhan Bengkulu akan terus diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, keselamatan kerja dan kualitas pelayanan. Aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari proses tersebut.
Perubahan GLC dari solar menjadi listrik menjadi salah satu langkah awal menuju pola operasional Pelabuhan Bengkulu yang lebih modern, efisien dan ramah lingkungan.









