BENGKULUBAROMETER – Polemik pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melibatkan tiga mantan tenaga pendidik SDIT Rabbani Kota Bengkulu dan pihak yayasan mendapat perhatian DPRD Kota Bengkulu.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Marliadi, mengatakan polemik yang telah beberapa kali dimediasi itu tidak seharusnya terus berlarut-larut.
“ Ini kan sudah ada beberapa kali mediasi dari pihak dinas dan kita berharap ini bisa diselesaikan, tidak mungkin berlarut-larut,” kata Marliadi, Senin (07/9/2026).
Ia juga meminta pihak yayasan maupun seluruh penyelenggara pendidikan agar tidak mengabaikan hak-hak guru dan karyawan. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang baik.
“Kita minta semuanya, baik yayasan maupun semua yang bergerak di bidang pendidikan, betul-betul konsentrasi dalam pendidikan. Kita harus memperhatikan hak-hak guru atau karyawan, sehingga pendidikan dapat terwujud dengan baik,” tegasnya.
Marliadi secara khusus meminta pihak yayasan dari SDIT Rabbani segera menyelesaikan apabila masih terdapat hak mantan guru yang belum dipenuhi.
“Kalau masih ada yang belum diselesaikan hak-haknya, kita minta pihak yayasan harus menyelesaikan hak tersebut. Sehingga dalam pengabdian selama ini bisa mendapatkan penghargaan,” ujarnya.
Menurut Marliadi, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tersebut juga penting untuk mencegah munculnya polemik baru yang dapat mengganggu dunia pendidikan. Jangan sampai persoalan antara tenaga pendidik dan yayasan justru berdampak pada peserta didik.
“Kita minta tidak ada polemik ke depannya, sehingga proses belajar mengajar dengan baik dan anak-anak tidak dikorbankan,” ungkapnya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik oleh pihak-pihak terkait. Namun, apabila diperlukan, DPRD Kota Bengkulu menyatakan siap turun tangan untuk membantu penyelesaian.
“Kalau memang diperlukan DPRD harus turun tangan, nanti kita turun. Kita menunggu, semoga ini bisa diselesaikan dengan baik. Kita berharap pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita ke depannya,” pungkas Marliadi.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









