Alur Pelabuhan Pulau Baai Kembali Dalan, DPRD Apresiasi Kinerja KSOP dan Pelindo

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dibawah kepemimpinan GM PT Pelindo Regional 2 Bengkulu yang baru saat ini kondisi alur membaik

Dibawah kepemimpinan GM PT Pelindo Regional 2 Bengkulu yang baru saat ini kondisi alur membaik

BENGKULUBAROMETER – Setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan alur dangkal yang menghambat mobilitas logistik, Pelabuhan Pulau Baai akhirnya menunjukkan perubahan signifikan. Normalisasi alur pelayaran mencapai titik 6,5 meter Low Water Spring (LWS) yang selama ini menjadi tuntutan dunia usaha, operator kapal, dan pemangku kepentingan maritim. Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Anggota DPRD Kota Bengkulu.

Langkah legal yang memperkuat capaian tersebut hadir melalui terbitnya SK KSOP Kelas III Pulau Baai Nomor SK-KSOP.BKS 36 Tahun 2025 tentang Tata Cara Berlalu Lintas dan Olah Gerak Kapal di Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai. Aturan baru ini menandai babak baru penataan keselamatan maritim di Bengkulu.

Anggota DPRD Kota Bengkulu, *Edi Hariyanto, S.P., M.M*, menyebut terbitnya SK ini sebagai tonggak penting. Menurutnya, aturan itu tak sekadar dokumen teknis, tapi simbol keberhasilan memperjuangkan keselamatan pelayaran di Bengkulu.

“Ini bukan hanya aturan teknis, ini kemenangan bersama. Bertahun-tahun kita memperjuangkan pengerukan alur yang dangkal dan membahayakan kapal. Sekarang alur sudah dikeruk sampai -6,5 meter dan SK tata kelola alur telah diterbitkan. Ini bukti perjuangan tidak sia-sia,” tegas Edi.

Baca Juga :  Antisipasi Siklon Tropis Bakung, Dishub Bengkulu Siagakan Pos Pelayanan Laut dan Udara Jelang Nataru 2026

Edi menjelaskan bahwa keputusan KSOP sangat vital karena mencakup berbagai aspek penting. Menjamin keselamatan pelayaran, menjaga hasil pengerukan agar tidak cepat dangkal Kembali, menertibkan pergerakan tongkang, kapal logistik, kapal kontainer, hingga kapal Enggano, mengatur kewajiban pemanduan, batasan ukuran kapal, serta arah alur pelayaran

“Dengan aturan ini, kapal tidak bisa lagi sembarangan masuk. Semua harus patuh. Ini demi keselamatan dan untuk menjaga alur yang sudah dikeruk jangan rusak karena manuver kapal yang tidak teratur,” ujarnya.

Sebelumnya kepala KSOP Kelas III Bengkulu, Petrus Christanto Maturbongs, menilai penyelesaian normalisasi tahap dua ini merupakan contoh nyata keberhasilan kerja keras dari Pelindo sebagi pelaksana.

“Kami dari pemerintah, sebagai perwakilan Dirjen Laut, melihat capaian ini sebagai prestasi luar biasa. Dikerjakan sungguh-sungguh, selesai sebelum tenggat, dan berdampak langsung pada arus pelayaran,” ujarnya.

Namun, Petrus menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai. Tahap ketiga akan menjadi pekerjaan terbesar karena menargetkan kedalaman mencapai 12 meter LWS. Jika berhasil, pelabuhan akan mampu menerima kapal berkapasitas lebih besar, membuka peluang logistik dan ekspor baru bagi Bengkulu. Target penyelesaian ditetapkan pada 31 Juli 2026, meski pihak Pelindo optimistis bisa lebih cepat.

Baca Juga :  Divonis 5,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Minta Usut Aktor Lain di Balik Korupsi DPRD Kaur

Disisi lain General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menggambarkan bahwa pengerukan hingga kedalaman 6,5 meter LWS bukan pekerjaan ringan. Cuaca ekstrem, perairan yang sangat dangkal, dan dinamika teknis lapangan berkali-kali membuat pengerjaan terhambat.

Meski demikian, kolaborasi intens antara Pelindo, KSOP, Ditjen Hubla, dan pemerintah daerah membuat semua kendala bisa dilalui.

“Kami datang ke Bengkulu 1 Oktober, dan sejak itu rapat-rapat dengan Pak KSOP bukan lagi hitungan jam, tapi sampai menjelang azan Subuh. Artinya, dengan semangat kolaborasi, interest tahap dua ini bisa diselesaikan,” ujar Dimas.

Dimas juga memaparkan bahwa proyek ini tidak hanya soal mengeruk alur. Pelindo menyiapkan paket revitalisasi besar untuk Pelabuhan Pulau Baai, meliputi, Pendalaman kolam Pelabuhan, Perbaikan terminal curah kering dan curah basah, eningkatan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung operasional kapal.

 

Berita Terkait

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya
Kejati Bengkulu Geledah 8 Lokasi di 3 Provinsi, Dugaan Korupsi Proyek PLN PLTA Musi Menguat
Edwar Samsi: Pilkada Lewat DPRD Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Bengkulu Menolak Keras
Rumah Mantan Kadis Tambang BU Digeledah, Kejati Bengkulu Kejar TSK Baru
DPD RI dan Kementerian Desa Sepakat Luncurkan Program Green Village Nasional
Menembus Jarak Ribuan Kilometer, HPMPI Antar 100 Solar Cell untuk Korban Banjir Aceh
PLTA Musi Digerebek! Kejati Bengkulu Geledah 3 Kota, Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Proyek PLN
Selama 17 Tahun Diduga Ilegal, Ratusan Warga  5 Kecamatan Desak Hentikan Aktivitas PT RAA
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:02 WIB

Kejati Bengkulu Geledah 8 Lokasi di 3 Provinsi, Dugaan Korupsi Proyek PLN PLTA Musi Menguat

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:36 WIB

Edwar Samsi: Pilkada Lewat DPRD Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Bengkulu Menolak Keras

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:06 WIB

Rumah Mantan Kadis Tambang BU Digeledah, Kejati Bengkulu Kejar TSK Baru

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:18 WIB

DPD RI dan Kementerian Desa Sepakat Luncurkan Program Green Village Nasional

Berita Terbaru

Bank Raya Indonesia mendorong inklusi keuangan digital melalui Program Pesta Raya dan Raya Poin Flash Sale. Nasabah bisa tukar poin dengan hadiah menarik hingga mobil listrik.

Berita Terkini

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya

Jumat, 16 Jan 2026 - 20:21 WIB