KKT Bengkulu Gelar Ambik Tanah Lebih Dulu, Pembukaan Festival Tabut Menyusul Sehari Kemudian.

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu memastikan rangkaian ritual sakral Ambik Tanah pada perayaan Tabut 2026 akan dilaksanakan lebih dahulu sebelum pembukaan resmi Festival Tabut.

Ketua KKT Bengkulu, Achmad Syafril, menjelaskan pola pelaksanaan tahun ini berbeda dibandingkan kebiasaan sebelumnya. Jika pada tahun-tahun terdahulu pembukaan festival dan ritual Ambik Tanah berlangsung berdekatan, kini ritual adat tersebut akan didahulukan, sementara pembukaan Festival Tabut digelar sehari setelahnya.

“ Tahun sebelumnya memang berbarengan, tapi tahun ini kami duluan untuk dibuka, baru sehari kemudian itu Festival Tabut,” kara Achmad, Jumat (05/06/2026).

Menurutnya, perubahan jadwal tersebut juga telah diterapkan pada tahun lalu dan kembali dilakukan pada pelaksanaan tahun ini. Dengan demikian, prosesi Ambik Tanah menjadi agenda pembuka rangkaian Tabut sebelum festival resmi dimulai.

“Jadi kami acara ngambil tanah dulu. Tahun lalu dan tahun ini berbeda. Tahun ini beda sehari. Berarti duluan kita ngambil tanah, besoknya baru Festival Tabut,” terangnya.

Achmad menambahkan, prosesi Ambik Tanah direncanakan berlangsung pada malam 15 Muharram. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini KKT juga berencana melaksanakan tradisi pamit kepada Gubernur Bengkulu sebelum prosesi adat dilaksanakan.

Baca Juga :  MDLand : Dirgahayu Provinsi Bengkulu, ke 57 Tahun, Semoga Semakin Maju, Rakyat Sejahtera dan Bahagia

“Direncanakan tahun ini pamit dengan Pak Gubernur. Tahun lalu kan tidak pakai pamit,” ungkapnya.

Untuk lokasi pelaksanaan ritual Ambik Tanah, KKT tetap mempertahankan tempat-tempat yang selama ini menjadi bagian dari tradisi Tabut, yakni di kawasan Nala, bawah Gerga, dan Tapak Paderi.

Ritual Ambik Tanah merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian perayaan Tabut di Bengkulu. Tradisi ini memiliki makna simbolis sebagai awal dimulainya seluruh prosesi Tabut yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Bengkulu dan rutin digelar setiap tahun.

Disisi lain, Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu, Alpha Halim, mengatakan selama ini masih ada anggapan bahwa Festival Tabut dan ritual KKT merupakan kegiatan yang berbeda. Padahal, keduanya berjalan beriringan dalam satu rangkaian agenda budaya tahunan Bengkulu.

“Pada prinsipnya kita serempak dengan KKT. KKT itu patokannya dari 1 Muharam sampai 10 Muharam. Jadi acara ritual itu kita barengkan dengan festival dan bazar pameran,” ujarnya.

Menurutnya, ritual budaya yang dijalankan KKT tetap berlangsung di lokasi-lokasi yang telah ditentukan sesuai tradisi. Mulai dari prosesi pengambilan tanah, cuci penja, menjara, tabut bersanding hingga tabut tebuang sebagai puncak acara.

Baca Juga :  KPK Tegaskan Penggeledahan di Bengkulu Bukan OTT, Pengembangan Kasus Suap Bupati Rejang Lebong

Sementara itu, kegiatan festival, bazar, dan pameran akan dipusatkan di kawasan Sport Center Pantai Panjang dan berlangsung setiap hari selama pelaksanaan Tabut.

“Agendanya tidak terpisah. Hanya saja kegiatan ritual memang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu sesuai tradisinya. Sedangkan festival dan bazar berada di lokasi yang sudah disiapkan pemerintah,” jelasnya.

Alpha juga menerangkan, konsep tersebut sengaja dipertahankan agar wisatawan yang datang tidak hanya menikmati hiburan dan bazar, tetapi juga dapat menyaksikan langsung kekayaan tradisi yang menjadi identitas budaya masyarakat Bengkulu.

Dengan penyelenggaraan yang berjalan bersamaan, Festival Tabut diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana pelestarian budaya sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

“Jadi festival dan ritual itu saling melengkapi. Ritual menjadi inti budaya yang dijaga KKT, sementara festival menjadi ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk ikut merasakan dampak ekonomi dari perayaan Tabut,” tutup Alpha.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru