Polda Bengkulu Gagalkan Penyelundupan 5.000 Liter Bio Solar, Modus Barcode Disalahgunakan

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Polda Bengkulu kembali mengungkap praktik ilegal penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar. Dalam operasi terbaru, polisi berhasil menggagalkan pengiriman sekitar 5.000 liter BBM yang rencananya dibawa ke Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan.

BBM bersubsidi tersebut ditemukan ditampung dalam lima tangki berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Seluruhnya diangkut menggunakan satu unit truk dari wilayah Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dengan tujuan akhir Lubuk Linggau.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu, Kombes Pol Aris Tri Yunarko melalui Kasubdit Tipidter Kompol Mirza Gunawan menjelaskan, pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka berinisial RE, warga Lubuk Tanjung, Lubuk Linggau.

Menurut Mirza, tersangka menjalankan aksinya dengan cara mengisi BBM bersubsidi secara berulang menggunakan barcode yang tidak sesuai aturan. Modus ini dilakukan untuk mengakali sistem distribusi BBM subsidi dari pemerintah.

Baca Juga :  Kejar-kejaran di Kota Bengkulu, Pasutri Diamankan Bersama 62 Paket Diduga Narkotika

“BBM ini dijual dari RE ke YP di Kota Lubuk Linggau. Barang bukti kurang lebih 5 ribu liter, ditampung dalam lima tangki berkapasitas masing-masing 1.000 liter,” ungkap Mirza, Selasa (5/5/2026).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui aktivitas ilegal ini sudah berlangsung cukup lama. Tersangka mengaku telah menjalankan bisnis tersebut selama kurang lebih enam bulan terakhir.

Dalam setiap transaksi, BBM bersubsidi tersebut dijual kembali dengan harga berkisar antara Rp9.000 hingga Rp10.000 per liter. Harga ini tentu memberikan keuntungan besar bagi pelaku, mengingat BBM tersebut merupakan subsidi pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Baca Juga :  Dikawal TNI Bersenjata, Kejati Geledah Kantor ESDM Bengkulu Terkait Korupsi Batu Bara Rp1,8 Triliu

Lebih lanjut, Mirza mengungkapkan bahwa praktik ini tidak dilakukan sendiri. Polisi menduga adanya jaringan terorganisir yang terlibat dalam pengumpulan hingga distribusi BBM ilegal tersebut.

“Ini sudah kami asumsikan sebagai komplotan. Para pelaku saling bekerja sama untuk mengumpulkan BBM menggunakan barcode secara berulang,” jelasnya.

Polda Bengkulu saat ini masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam rantai distribusi ilegal ini.

Atas perbuatannya, tersangka RE dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
BPSDM Bengkulu Cari Sumber PAD Baru, Kamar hingga Aula Disewakan
Kasus Korupsi PLTA Musi, Jaksa Sebut Keterangan Ahli Terdakwa Sejalan dengan Dakwaan
Enam Kantor Perusahaan Di Bengkulu Digeledah Kejati, Dugaan Korupsi Pelabuhan Pulau Baai
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 18:53 WIB

KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Selasa, 3 November 2026 - 16:29 WIB

Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta

Berita Terbaru