Operasi Antik LK 2026 Pecahkan Rekor, Polda Riau Bongkar 435 Kasus Narkoba dan Tangkap 557 Tersangka

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Polda Riau kembali menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Selama pelaksanaan Operasi Antik Lancang Kuning (LK) 2026 yang berlangsung selama 22 hari, aparat kepolisian berhasil membongkar 435 kasus narkoba dan mengamankan sebanyak 557 tersangka dari berbagai daerah di Provinsi Riau.

Keberhasilan besar tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Riau, Selasa (12/5/2026). Konferensi pers dipimpin langsung Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol. Putu Yudha Prawira.

Dalam keterangannya, Brigjen Hengki menegaskan bahwa Operasi Antik LK 2026 bukan sekadar operasi penangkapan biasa. Operasi ini merupakan langkah besar kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang selama ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Selama operasi berlangsung, kami berhasil mengungkap 435 kasus dengan total 557 tersangka diamankan. Ini merupakan bentuk keseriusan Polda Riau dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Brigjen Hengki.

Operasi Antik LK 2026 digelar mulai 16 April hingga 7 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, polisi tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif melalui penyuluhan, edukasi, patroli, serta razia di sejumlah titik rawan.

Baca Juga :  Terungkap di Sidang! Dugaan Modus Double Input dan Laporan Blur Jadi Pintu Terbongkarnya Duagaan Latifa Gelapan Uang Perusahan

Jajaran Polda Riau tercatat melaksanakan 4.128 kegiatan preventif dan 1.431 patroli serta razia selama operasi berlangsung. Tempat hiburan malam, kos-kosan, kawasan pelabuhan hingga wilayah perbatasan menjadi fokus pengawasan aparat.

Hasilnya, polisi berhasil menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Barang bukti tersebut terdiri dari 31,85 kilogram sabu, 2.319 butir ekstasi, 110,74 gram ganja, 62 butir Happy Five, dan 761 cartridge mengandung etomidate.

Selain narkotika, aparat juga menyita uang tunai sebesar Rp159 juta yang diduga berasal dari transaksi narkoba. Polisi turut mengamankan lima unit mobil, satu unit speedboat, 128 unit sepeda motor, serta 467 unit telepon genggam milik para tersangka.

Menurut Brigjen Hengki, speedboat yang diamankan digunakan pelaku untuk menjemput narkotika dari luar negeri melalui jalur laut. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba internasional masih aktif memanfaatkan wilayah Riau sebagai jalur penyelundupan.

“Wilayah Riau sangat strategis dan berbatasan langsung dengan negara tetangga. Ini menjadi tantangan besar bagi kami dalam memerangi narkoba,” katanya.

Dari total 557 tersangka yang diamankan, sebanyak 487 orang dilakukan penahanan karena diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Sedangkan 70 orang lainnya direhabilitasi berdasarkan hasil assesmen terpadu karena dikategorikan sebagai pengguna.

Baca Juga :  Pekan Depan Penyidik Gelar Perkara Dugaan Penganiayaan Mahasiswa oleh Wakil Rektor Unived

Polda Riau menilai langkah rehabilitasi penting dilakukan agar para pengguna bisa mendapatkan pemulihan dan tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Pengungkapan ini diperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 162.754 jiwa anak bangsa dari ancaman narkoba,” ujar Brigjen Hengki.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol. Putu Yudha Prawira mengatakan peredaran narkoba di Riau masih sangat masif dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Menurutnya, rata-rata setiap hari selama operasi berlangsung, polisi berhasil menangkap sekitar 25 tersangka narkoba. Hal itu menjadi bukti bahwa peredaran barang haram tersebut masih sangat mengkhawatirkan.

“Mayoritas tersangka yang ditangkap bukan hanya pengguna, tetapi bagian dari jaringan pengedar narkotika,” tegas Putu Yudha.

Ia menjelaskan, sebagian besar narkotika yang berhasil diungkap berasal dari jaringan internasional yang masuk melalui wilayah perbatasan Riau.

Karena itu, Polda Riau terus memperkuat pengawasan di jalur laut maupun darat guna menutup ruang gerak para pelaku penyelundupan.

Selain penindakan, Polda Riau juga terus mengajak masyarakat ikut berperan aktif memerangi narkoba melalui pembentukan Satgas Narkoba dan Kampung Tangguh Anti Narkoba.

“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan polisi. Semua elemen masyarakat harus ikut bergerak,” tutup Kombes Putu Yudha.

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
Pelindo Bengkulu Catat Pertumbuhan Arus Barang 35,6 Persen, Perkuat Peran Pelabuhan sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Humas Polri Dorong Transparansi Informasi, Polda Bengkulu Perkuat Kepercayaan Publik di Era Digital
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:36 WIB

Pelindo Bengkulu Catat Pertumbuhan Arus Barang 35,6 Persen, Perkuat Peran Pelabuhan sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Berita Terbaru