Pulaui Baai Disiapkan Jadi Kawasan Industri Baru, Wagub Mian Optimistis Dongkrak Ekonomi Bengkulu

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mempercepat langkah strategis untuk mengembangkan Kawasan Industri Pelabuhan Pulau Baai. Kawasan pelabuhan terbesar di Bengkulu itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus representasi industri di wilayah pantai barat Sumatera.

Upaya percepatan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan jajaran PT Pelindo di Pelindo Tower, Jakarta Utara, Kamis (5/3). Pertemuan itu dipimpin langsung Wakil Gubernur Bengkulu Mian bersama Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muctasor.

Rapat tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu Hendri Kurniawan, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Yuliswani, serta Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan R.A. Denni.

Pertemuan berlangsung serius dan membahas berbagai peluang pengembangan kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai.

Wakil Gubernur Bengkulu Mian menegaskan bahwa kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas unggulan Bengkulu.

Menurutnya, selama ini banyak hasil perkebunan, pertanian, hingga perikanan yang masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan adanya kawasan industri, komoditas tersebut bisa diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan.

“Kawasan Industri Pelabuhan Pulau Baai akan memberikan nilai tambah bagi hasil perkebunan, pertanian, pertambangan, dan perikanan,” ujar Mian.

Baca Juga :  Resmi Jadi Sekda Bengkulu, Herwan Antoni Siap Gas Pol Perkuat Program Bantu Rakyat

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan industri di pelabuhan akan membuat rantai distribusi menjadi lebih efisien. Produk dari berbagai daerah di Bengkulu dapat langsung diolah dan dikirim melalui pelabuhan.

Dengan demikian, biaya logistik bisa ditekan dan daya saing produk daerah meningkat.

Selain itu, kawasan industri ini juga diproyeksikan mampu membuka peluang investasi baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bengkulu pun optimistis pengembangan kawasan industri ini akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Meski demikian, Mian tidak menampik masih ada sejumlah tantangan yang harus diatasi.

Salah satunya adalah persoalan pendangkalan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak.

Namun menurut Mian, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui kerja sama berbagai pihak.

“Kami optimistis persoalan ini bisa diselesaikan melalui kolaborasi antara PT Pelindo, pemerintah daerah, dan Kementerian Perhubungan,” katanya.

Ia menambahkan, jika pengembangan kawasan industri ini berjalan sesuai rencana, maka Pelabuhan Pulau Baai akan menjadi pusat aktivitas ekonomi penting di wilayah pantai barat Sumatera.

Baca Juga :  Sebanyak 500 Peserta Ramaikan BPK Fun Run 2025.

Letak pelabuhan yang strategis dinilai menjadi modal utama untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai ekosistem industri dan perdagangan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo Achmad Muctasor menyambut baik rencana pengembangan kawasan industri di Pulau Baai.

Ia menilai potensi pengembangan industri di kawasan pelabuhan tersebut cukup besar, terutama jika didukung dengan investasi sektor hilirisasi.

Achmad juga mengungkapkan bahwa Pelabuhan Pulau Baai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai pusat industri energi baru.

Salah satu yang sedang dikaji adalah pembangunan pabrik biodiesel di kawasan pelabuhan tersebut.

Menurutnya, pembangunan pabrik biodiesel akan mendukung kebutuhan energi sekaligus memperkuat ekosistem industri di Bengkulu.

“Pengembangan industri biodiesel di kawasan pelabuhan bisa menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Achmad.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dan Pelindo segera menindaklanjuti rencana tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Dengan adanya kerja sama tersebut, pengembangan kawasan industri dapat berjalan lebih terarah dan terintegrasi.

Jika rencana ini terealisasi, Pelabuhan Pulau Baai diperkirakan akan berkembang menjadi salah satu pusat industri penting di Sumatera.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan ini juga diyakini akan memperkuat posisi Bengkulu dalam peta perdagangan nasional.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru