BENGKULUBAROMETER – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, kini telah mencapai progres 69 persen. Di balik capaian tersebut, tersimpan harapan besar masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses akibat minimnya infrastruktur penghubung.
Jembatan yang dibangun melalui program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan digagas Kodim 0409/Rejang Lebong itu dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama bertahun-tahun menginginkan akses yang lebih aman dan layak.
Namun, pembangunan ini juga menjadi pengingat keras bahwa masih banyak desa terpencil yang belum mendapatkan perhatian infrastruktur secara maksimal. Warga berharap pembangunan tidak berhenti pada seremoni dan pencitraan semata, tetapi benar-benar diselesaikan hingga dapat dirasakan manfaatnya.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada proses pengecoran pondasi sebagai tahap penting sebelum memasuki pembangunan struktur utama jembatan.
Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla, mengatakan pembangunan berjalan sesuai target dengan dukungan penuh masyarakat setempat.
“Kami mengapresiasi semangat gotong royong warga yang terus membantu proses pembangunan. Harapan kami jembatan ini dapat segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Jembatan Gantung Garuda nantinya akan melayani 341 kepala keluarga atau sekitar 621 jiwa. Keberadaannya diproyeksikan menjadi jalur vital bagi aktivitas warga, terutama petani yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil pertanian.
Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini sering terlambat dipenuhi.
Antusiasme masyarakat terlihat hampir setiap hari. Warga bersama personel TNI bergotong royong menyelesaikan pekerjaan yang masih berlangsung. Semangat kebersamaan itu menjadi modal penting agar pembangunan selesai tepat waktu.
Bagi warga Lubuk Bingin Baru, Jembatan Garuda bukan hanya penghubung dua wilayah, tetapi simbol perubahan. Mereka berharap setelah jembatan selesai, pemerintah juga memperhatikan pembangunan jalan, sarana ekonomi, dan fasilitas publik lainnya agar kemajuan desa benar-benar terwujud.









