BENGKULUBAROMETER – Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bengkulu terus menunjukkan peningkatan. Hingga Juni 2026, sebanyak 44.773 pelaku usaha tercatat dalam database Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu.
Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya potensi ekonomi masyarakat yang bergerak melalui sektor usaha kecil. Ribuan pelaku UMKM itu tersebar di sembilan kecamatan dengan berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, perdagangan, jasa, hingga usaha berbasis digital.
Pengawas Koperasi Ahli Muda Subkoordinator Substansi Fasilitasi Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Kiki Yanti mengatakan, pendataan UMKM dilakukan secara terintegrasi melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Open Data System (ODS) Kementerian.
Menurutnya, pendataan tersebut tidak hanya menyasar pedagang yang memiliki tempat usaha secara fisik, seperti toko maupun lapak. Pelaku usaha rumahan yang memasarkan produk melalui sistem online juga masuk dalam data pemerintah.
“Untuk jumlah UMKM Kota Bengkulu sampai bulan Juni sudah ada 44.773 data. Itu bekerja sama dengan statistik dan ODS dari kementerian,” kata Kiki, Senin (06/07/2026).
Kiki menjelaskan, perkembangan UMKM saat ini tidak lagi hanya bergantung pada lokasi strategis untuk berjualan. Perubahan pola pemasaran digital membuat banyak masyarakat mampu menjalankan usaha dari rumah.
“Tidak hanya yang terlihat di trotoar, pinggir jalan atau ruko-ruko. Yang online dari rumah juga ada dan masuk pendataan,” jelasnya.
Dengan jumlah pelaku usaha yang terus bertambah, Pemerintah Kota Bengkulu kini fokus memperkuat pembinaan agar UMKM dapat berkembang secara tertib dan berkelanjutan.
Sejumlah lokasi binaan juga disiapkan pemerintah sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, di antaranya Belengguk Point, Brendo, dan Pojok Duren.
Kiki menegaskan, pemerintah tetap mendukung perkembangan UMKM. Namun, aktivitas usaha juga harus berjalan sesuai aturan, terutama terkait pemanfaatan ruang publik.
“Dinas ini pembina UMKM, tapi jangan sampai melanggar aturan seperti daerah milik jalan,” ujarnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









