BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan tidak akan lagi mengizinkan kendaraan masuk ke kawasan Taman Remaja setelah proses penataan selesai. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi Taman Remaja sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengatakan penataan kawasan mulai dikerjakan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp3 miliar. Tahap awal difokuskan pada pembangunan area parkir, jogging track, serta pematangan lahan.
“Yang pasti ke depan tidak ada lagi kendaraan yang bisa masuk ke Taman Remaja. Kawasan ini akan kita tata menjadi ruang publik yang lebih nyaman untuk masyarakat,” kata Tejo, Selasa (07/07/2026).
Menurutnya, pembangunan jogging track dilakukan untuk menyediakan alternatif lokasi olahraga karena kawasan Balai Buntar saat ini sudah sangat padat.
“DED sudah kita bikin. Tahun ini kita kerjakan pematangan lahan, terutama untuk lahan jogging track. Karena kita lihat sendiri Balai Buntar sudah sangat padat. Jadi kita siapkan alternatif tempat olahraga masyarakat,” ujarnya.
Selain menata fasilitas umum, pemerintah juga akan menata kawasan pedagang agar tetap dapat berusaha tanpa mengurangi keindahan kawasan.
“Kita juga akan menata ulang kawasan tenda-tenda pedagang. Mereka selama ini mencari nafkah di situ, sehingga akan kita tata agar lebih rapi, lebih asri, dan tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Tejo mengungkapkan revitalisasi Taman Remaja diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar. Namun, pada tahap awal pemerintah baru mengalokasikan Rp3 miliar sambil mengupayakan tambahan dukungan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Saat ini sedang proses evaluasi atau review desain. Kita sesuaikan dulu pekerjaan dengan anggaran yang tersedia. Sesuai arahan Pak Gubernur Helmi Hasan, tahun ini penataan Taman Remaja harus mulai berjalan agar kawasan ini menjadi lebih tertata dan nyaman dimanfaatkan masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









