ISPA di Kota Bengkulu Capai 5.156 Kasus, Enam Balita Meninggal karena Pneumonia

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER — Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai di Kota Bengkulu. Hingga awal September 2026, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat 5.156 kasus ISPA dari seluruh kelompok umur.

Ironisnya, kasus ISPA pada balita menyumbang angka cukup besar, yakni mencapai 3.032 kasus. Di tengah tingginya kasus tersebut, ditemukan pula 8 kasus pneumonia pada balita, dengan 6 balita dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyebut angka kematian akibat pneumonia pada balita menjadi perhatian serius pihaknya.

“Untuk kasus semua umur itu 5.156 kasus. Untuk pneumonia ada 8 kasus. Kemudian untuk ISPA balita itu sekitar 3.032 kasus. Pneumonia balita ada 8 kasus, dan kematian karena pneumonia ada 6 kasus,” kata Neli, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga :  MDLand : Dirgahayu Provinsi Bengkulu, ke 57 Tahun, Semoga Semakin Maju, Rakyat Sejahtera dan Bahagia

Neli mengaku prihatin dengan masih adanya kematian akibat pneumonia pada balita. Menurutnya, penanganan ISPA harus dilakukan sedini mungkin agar penyakit tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.

“Jadi itu miris sebenarnya, kita berharap tidak ada kematian terutama pada kasus ISPA,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencegahan pneumonia pada anak juga dilakukan melalui pemberian imunisasi. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berisiko menimbulkan komplikasi pada saluran pernapasan.

Baca Juga :  Krisis Air Usai Banjir Lebong, Kapolda Turunkan Water Treatment, Warga Akhirnya Bisa Nikmati Air Bersih

“Untuk pneumonia, Kementerian Kesehatan sudah mengupayakan dengan imunisasinya,” pungkas Neli.

Selain mengandalkan program imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terus melakukan pemantauan terhadap kasus ISPA melalui seluruh puskesmas. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kasus dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

Masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki balita, juga diminta tidak menganggap remeh gejala ISPA. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan apabila anak mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan saluran pernapasan.

Dinas Kesehatan berharap langkah deteksi dini, pengobatan yang cepat, serta pencegahan melalui imunisasi dapat menekan kasus ISPA dan pneumonia pada balita di Kota Bengkulu, sekaligus mencegah bertambahnya angka kematian.

Berita Terkait

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Gaji ASN Pindah ke Himbara, Ini yang Dikhawatirkan Pemprov Bengkulu
KPU Bengkulu Dapat Dukungan Hukum Kejaksaan, dari Bantuan hingga Pertimbangan Hukum
Sidang Perdana Kasus Modus Jabatan Dirut Bank Bengkulu, Terdakwa Didakwa Rugikan Korban Rp550 Juta
Tawaran Hak Rp20 Juta per Orang Belum Disepakati, Tiga Eks Guru SDIT Rabbani Pertimbangkan ke PHI
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 September 2026 - 19:30 WIB

Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat

Senin, 14 September 2026 - 16:43 WIB

Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan

Senin, 14 September 2026 - 16:18 WIB

SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas

Sabtu, 12 September 2026 - 16:32 WIB

ISPA di Kota Bengkulu Capai 5.156 Kasus, Enam Balita Meninggal karena Pneumonia

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB