BENGKULUBAROMETER — Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai di Kota Bengkulu. Hingga awal September 2026, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat 5.156 kasus ISPA dari seluruh kelompok umur.
Ironisnya, kasus ISPA pada balita menyumbang angka cukup besar, yakni mencapai 3.032 kasus. Di tengah tingginya kasus tersebut, ditemukan pula 8 kasus pneumonia pada balita, dengan 6 balita dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Neli Hartati, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyebut angka kematian akibat pneumonia pada balita menjadi perhatian serius pihaknya.
“Untuk kasus semua umur itu 5.156 kasus. Untuk pneumonia ada 8 kasus. Kemudian untuk ISPA balita itu sekitar 3.032 kasus. Pneumonia balita ada 8 kasus, dan kematian karena pneumonia ada 6 kasus,” kata Neli, Sabtu (12/9/2026).
Neli mengaku prihatin dengan masih adanya kematian akibat pneumonia pada balita. Menurutnya, penanganan ISPA harus dilakukan sedini mungkin agar penyakit tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.
“Jadi itu miris sebenarnya, kita berharap tidak ada kematian terutama pada kasus ISPA,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencegahan pneumonia pada anak juga dilakukan melalui pemberian imunisasi. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berisiko menimbulkan komplikasi pada saluran pernapasan.
“Untuk pneumonia, Kementerian Kesehatan sudah mengupayakan dengan imunisasinya,” pungkas Neli.
Selain mengandalkan program imunisasi, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terus melakukan pemantauan terhadap kasus ISPA melalui seluruh puskesmas. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kasus dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.
Masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki balita, juga diminta tidak menganggap remeh gejala ISPA. Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan apabila anak mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan saluran pernapasan.
Dinas Kesehatan berharap langkah deteksi dini, pengobatan yang cepat, serta pencegahan melalui imunisasi dapat menekan kasus ISPA dan pneumonia pada balita di Kota Bengkulu, sekaligus mencegah bertambahnya angka kematian.









