BENGKULUBAROMETER — Kabar menggembirakan datang dari masyarakat Kabupaten Kaur menjelang penutupan tahun anggaran. Peningkatan anggaran infrastruktur yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Bengkulu pada APBD 2026 menuai apresiasi luas dari warga. Anggaran yang sebelumnya hanya Rp 12 miliar, kini melonjak signifikan menjadi Rp 44 miliar.
Ungkapan terima kasih itu disampaikan langsung oleh masyarakat dalam rangkaian Reses Masa Sidang III DPRD Provinsi Bengkulu Tahun 2025 yang berlangsung pada 1–5 Desember 2025. Aspirasi masyarakat dihimpun oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Bengkulu Selatan–Kaur, Samsu Amanah, yang menutup rangkaian reses pada Jumat sore (5/12/2025).
Bagi warga Kaur, lonjakan anggaran tersebut bukan hanya angka. Ini dianggap sebagai komitmen nyata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan terhadap percepatan pembangunan daerah yang selama ini tertinggal dari daerah tetangga.
Dalam forum reses, berbagai tokoh masyarakat, petani, perangkat desa, hingga pelaku usaha lokal menyampaikan rasa syukur mereka. Selama bertahun-tahun, Kabupaten Kaur memang kerap mengusulkan berbagai pembangunan prioritas, terutama peningkatan akses jalan dan fasilitas pendukung sektor pertanian, namun belum sepenuhnya terakomodasi.
Kenaikan anggaran tahun 2026 yang empat kali lebih besar dari tahun sebelumnya dipandang sebagai terobosan baru bagi pemerataan pembangunan. Dengan alokasi Rp 44 miliar, masyarakat berharap semakin banyak ruas jalan yang diperbaiki, terutama pada jalur yang menjadi urat nadi penghubung sentra produksi ke pasar.
“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi soal keterjangkauan ekonomi masyarakat. Jalan bagus berarti biaya angkut lebih murah, hasil panen lebih cepat sampai ke pasar,” ujar salah seorang tokoh masyarakat dalam sesi diskusi reses.
Selain menyampaikan apresiasi, masyarakat Kaur juga memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan tahun depan. Dua hal yang paling banyak diusulkan diantaranya.
Pembangunan Jalan Usaha Tani, dimana Kondisi sebagian jalan usaha tani di Kaur dinilai belum memadai, terutama di daerah yang menjadi pusat produksi padi, jagung, dan sawit. Kondisi jalan yang masih sangat memperhatikan menyebabkan proses angkut hasil bumi menjadi lambat dan mahal.
Petani berharap pembangunan jalan usaha tani dapat diprioritaskan, mengingat sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di wilayah Kabupaten Kaur.
Selain jalur menuju ladang, warga juga meminta peningkatan kualitas jalan sentra produksi agar hasil pertanian, perikanan, maupun komoditas perkebunan dapat didistribusikan dengan lebih efisien.
Beberapa desa bahkan mengusulkan pemeliharaan rutin agar jalan tidak cepat rusak saat musim hujan. Kemudahan Alat dan Sarana Pertanian (Alsintan) tidak luput dari aspirasi masyarakat juga, menegaskan perlunya tambahan alsintan seperti kultivator, Hand Traktor, Jonder Traktor, mesin panen, maupun pompa air. Kehadiran alsintan sangat membantu memangkas biaya produksi dan meningkatkan produktivitas petani.
Anggota DPRD Bengkulu, Samsu Amanah, yang menerima langsung aspirasi masyarakat, menyatakan bahwa kenaikan anggaran tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah provinsi dan legislatif dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Anggota Fraksi Golkar ini, juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait jalan usaha tani dan sentra produksi akan disampaikan kembali dalam agenda pembahasan lanjutan di DPRD agar dapat masuk dalam program prioritas tahun mendatang.
“Suara masyarakat ini kita kawal. Kita minta Pemprov terus memperhatikan sektor pertanian karena di Kaur, 70 persen masyarakat bergantung pada komoditas tani,” kata Samsu Amanah dalam penutupan reses.
Dengan tambahan anggaran yang signifikan, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kaur tidak lagi berjalan stagnan. Ketersediaan akses jalan yang memadai diyakini mampu menggerakkan perekonomian lokal, membuka ruang pasar baru, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Bagi masyarakat Kaur, apresiasi mereka kepada Gubernur Helmi Hasan bukanlah akhir dari aspirasi, tetapi awal dari harapan agar pembangunan yang telah dimulai dapat terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi generasi berikutnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









