Berikut 21 Korban Kebakaran Rumah di Kelurahan Pengantungan Bengkulu

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU – Rabu  Siang di kawasan Pengantungan, Kota Bengkulu, berubah menjadi kepanikan. Api tiba-tiba membesar di tengah permukiman padat di Jalan Pengantungan, Gang Gamai 1, RT 05/RT 06, RW 001, Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kebakaran itu menghanguskan 21 rumah warga dan satu unit sepeda motor. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah. Nilai kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan.

Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 11.30 WIB dari rumah milik Mariama. Karena rumah-rumah di kawasan tersebut berdiri berdekatan, kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.
Ketua RW 001 Kelurahan Pengantungan, Asnawi, yang berada di sekitar lokasi mengatakan api sudah membesar ketika warga mulai berhamburan keluar rumah.

Menurut dia, api awalnya melahap sekitar lima rumah yang berdempetan. Warga kemudian bergotong royong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun usaha tersebut tidak mampu membendung kobaran yang terus membesar.

Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat. Sejumlah bangunan juga menggunakan material yang mudah terbakar.

Berdasarkan data sementara, rumah yang terbakar masing-masing milik Mariama, Robi, Herlianto, Gani Nanung, Marian, Hermansyah, Tzuardi, Khairul Rahman, Mareta, Taslim, Catur Agus, Ani, Nazir, Zahrani, Fauzi, Hbanit, Hadirin, Ibu Mawar, Asnawi, Nadia, dan Anang.
Selain 21 rumah tersebut, satu unit sepeda motor ikut dilalap api.

Baca Juga :  Lebong Tanggap Darurat! Banjir Terjang 6 Desa, Ribuan Warga Terdampak dan Kerugian Capai Miliaran

Kebakaran membuat para penghuni kehilangan tempat tinggal sekaligus sebagian besar barang milik mereka. Ketika api membesar, warga hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan barang dari dalam rumah.

Barang-barang yang dikumpulkan selama bertahun-tahun pun sebagian tidak sempat dikeluarkan. Setelah api padam, sejumlah rumah hanya menyisakan puing dan material yang menghitam.

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran Kota Bengkulu mengerahkan kekuatan ke lokasi. Sebanyak 10 pos dan 11 armada pemadam diterjunkan untuk menjinakkan api.
Proses pemadaman juga melibatkan TNI, Polri, relawan pemadam kebakaran (Redkar), serta masyarakat.

Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (PBK) Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengatakan petugas menghadapi kendala karena akses menuju lokasi cukup padat.

“Awalnya terbakar di rumah bedeng dua. Apinya luar biasa, tidak bisa lagi dibendung. Jadi masyarakat banyak menyelamatkan barang-barang,” ujar Yuliansyah.

Ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada petugas ketika terjadi kebakaran. Kerumunan di sekitar lokasi dinilai dapat menghambat pergerakan armada maupun personel.

Baca Juga :  Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Kualo Pantai Panjang, Tim SAR Bergerak Cepat

“Ini kan musibah. Tolong pengertian kalau kondisi seperti ini. Damkar, pihak kepolisian, ini untuk bekerja untuk masyarakat,” katanya.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat mengatakan petugas gabungan bergerak cepat menangani kebakaran. Menurut dia, api dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Kadis dan jajaran. Dengan cepat kita melakukan pemadaman. Kurang dari satu jam sudah berhasil kita padamkan semua, semua turun,” ujar Rahmad.

Rahmad juga meminta warga tidak terlalu dekat dengan lokasi kebakaran agar proses pemadaman dan penanganan setelah kejadian dapat berlangsung tanpa hambatan.

“Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban. Minimal bantu petugas yang ada di sini untuk tidak mendekat, sehingga tugas dari petugas lebih mudah,” katanya.

Meski api telah padam, pekerjaan belum selesai. Petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.

Bagi 21 pemilik rumah, kebakaran di Pengantungan bukan sekadar angka dalam laporan kejadian. Dalam waktu singkat, tempat tinggal dan berbagai barang yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun berubah menjadi puing.

Kini, para korban harus menghadapi persoalan berikutnya: mencari tempat tinggal sementara dan memulai kembali kehidupan setelah rumah mereka dilalap api.

Berita Terkait

Sidang Perdana Kasus Modus Jabatan Dirut Bank Bengkulu, Terdakwa Didakwa Rugikan Korban Rp550 Juta
Tawaran Hak Rp20 Juta per Orang Belum Disepakati, Tiga Eks Guru SDIT Rabbani Pertimbangkan ke PHI
KNMP di Bengkulu Bakal Diperluas, 11 Titik Disiapkan pada 2026
Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi
Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas
DPRD Desak Polemik Mantan Guru SDIT Rabbani Segera Tuntas, Yayasan Diminta Penuhi Hak Guru
ESDM Bengkulu Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Ganggu Pasokan BBM
 1.600 Penumpang Bengkulu Terdampak, Penerbangan Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:53 WIB

Sidang Perdana Kasus Modus Jabatan Dirut Bank Bengkulu, Terdakwa Didakwa Rugikan Korban Rp550 Juta

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

Tawaran Hak Rp20 Juta per Orang Belum Disepakati, Tiga Eks Guru SDIT Rabbani Pertimbangkan ke PHI

Rabu, 9 September 2026 - 16:34 WIB

KNMP di Bengkulu Bakal Diperluas, 11 Titik Disiapkan pada 2026

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 8 September 2026 - 16:26 WIB

Nandar Munadi Sentil Kepala OPD: Jangan Jadikan SPI Sekadar Formalitas

Berita Terbaru

HPMPI meminta pemerintah membuka peluang bagi 6.500 outlet Pertashop untuk menyalurkan BBM subsidi dan menjadi SPBU Kompak.

Berita Terkini

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:33 WIB