BENGKULU – Rabu Siang di kawasan Pengantungan, Kota Bengkulu, berubah menjadi kepanikan. Api tiba-tiba membesar di tengah permukiman padat di Jalan Pengantungan, Gang Gamai 1, RT 05/RT 06, RW 001, Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kebakaran itu menghanguskan 21 rumah warga dan satu unit sepeda motor. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah. Nilai kerugian akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan.
Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 11.30 WIB dari rumah milik Mariama. Karena rumah-rumah di kawasan tersebut berdiri berdekatan, kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.
Ketua RW 001 Kelurahan Pengantungan, Asnawi, yang berada di sekitar lokasi mengatakan api sudah membesar ketika warga mulai berhamburan keluar rumah.
Menurut dia, api awalnya melahap sekitar lima rumah yang berdempetan. Warga kemudian bergotong royong mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun usaha tersebut tidak mampu membendung kobaran yang terus membesar.
Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat merambat. Sejumlah bangunan juga menggunakan material yang mudah terbakar.
Berdasarkan data sementara, rumah yang terbakar masing-masing milik Mariama, Robi, Herlianto, Gani Nanung, Marian, Hermansyah, Tzuardi, Khairul Rahman, Mareta, Taslim, Catur Agus, Ani, Nazir, Zahrani, Fauzi, Hbanit, Hadirin, Ibu Mawar, Asnawi, Nadia, dan Anang.
Selain 21 rumah tersebut, satu unit sepeda motor ikut dilalap api.
Kebakaran membuat para penghuni kehilangan tempat tinggal sekaligus sebagian besar barang milik mereka. Ketika api membesar, warga hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan barang dari dalam rumah.
Barang-barang yang dikumpulkan selama bertahun-tahun pun sebagian tidak sempat dikeluarkan. Setelah api padam, sejumlah rumah hanya menyisakan puing dan material yang menghitam.
Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran Kota Bengkulu mengerahkan kekuatan ke lokasi. Sebanyak 10 pos dan 11 armada pemadam diterjunkan untuk menjinakkan api.
Proses pemadaman juga melibatkan TNI, Polri, relawan pemadam kebakaran (Redkar), serta masyarakat.
Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (PBK) Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengatakan petugas menghadapi kendala karena akses menuju lokasi cukup padat.
“Awalnya terbakar di rumah bedeng dua. Apinya luar biasa, tidak bisa lagi dibendung. Jadi masyarakat banyak menyelamatkan barang-barang,” ujar Yuliansyah.
Ia meminta masyarakat memberikan ruang kepada petugas ketika terjadi kebakaran. Kerumunan di sekitar lokasi dinilai dapat menghambat pergerakan armada maupun personel.
“Ini kan musibah. Tolong pengertian kalau kondisi seperti ini. Damkar, pihak kepolisian, ini untuk bekerja untuk masyarakat,” katanya.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat mengatakan petugas gabungan bergerak cepat menangani kebakaran. Menurut dia, api dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Kadis dan jajaran. Dengan cepat kita melakukan pemadaman. Kurang dari satu jam sudah berhasil kita padamkan semua, semua turun,” ujar Rahmad.
Rahmad juga meminta warga tidak terlalu dekat dengan lokasi kebakaran agar proses pemadaman dan penanganan setelah kejadian dapat berlangsung tanpa hambatan.
“Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban. Minimal bantu petugas yang ada di sini untuk tidak mendekat, sehingga tugas dari petugas lebih mudah,” katanya.
Meski api telah padam, pekerjaan belum selesai. Petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.
Bagi 21 pemilik rumah, kebakaran di Pengantungan bukan sekadar angka dalam laporan kejadian. Dalam waktu singkat, tempat tinggal dan berbagai barang yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun berubah menjadi puing.
Kini, para korban harus menghadapi persoalan berikutnya: mencari tempat tinggal sementara dan memulai kembali kehidupan setelah rumah mereka dilalap api.









