BMKG Sebut Kabut Asap Kiriman dari Sumsel dan Lampung Selimuti Bengkulu, Warga Diimbau Pakai Masker

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 16:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Citra satelit Himawari-9 BMKG menunjukkan sebaran asap dan titik panas di sejumlah wilayah Indonesia pada 2 September 2026 pukul 15.00 WIB. Asap terdeteksi di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta bergerak lintas batas menuju Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Citra satelit Himawari-9 BMKG menunjukkan sebaran asap dan titik panas di sejumlah wilayah Indonesia pada 2 September 2026 pukul 15.00 WIB. Asap terdeteksi di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta bergerak lintas batas menuju Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina.

BENGKULUBAROMETER – Wilayah Bengkulu mulai terdampak kabut asap kiriman akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari provinsi tetangga. Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit, sebaran asap ini terbawa oleh embusan angin yang bergerak dari arah Tenggara menuju ke Barat Daya.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG Stasiun Klimatologi Bengkulu, Fandi Primadia Pratama, mengungkapkan bahwa paparan asap tersebut terindikasi kuat berasal dari wilayah Lampung dan Sumatera Selatan.

“Jika dilihat dari citra sebaran asap, dimungkinkan berasal dari Lampung dan Sumatera Selatan, di mana kedua provinsi tersebut terdapat beberapa titik api,” kata Fandi saat dikonfirmasi, Rabu (02/9/2026).

Fandi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gangguan kesehatan, khususnya yang menyerang saluran pernapasan.

Baca Juga :  Sidang PTM–Mega Mall: Tak Ada Kebocoran PAD, Proyek Disebut Dongkrak Ekonomi Bengkulu

“Kabut asap tersebut tentu dapat mengganggu kesehatan, terutama pernafasan, ” jelasnya.

Ia juga mengimbau warga agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna meminimalisasi paparan polusi.

“Untuk itu, bagi masyarakat dihimbau utk menggunakan masker ketika berkegiatan di luar ruangan, ” pungkasnya.

Data pemantauan kualitas udara (PM 2.5) di Stasiun Klimatologi Bengkulu mencatat adanya lonjakan konsentrasi polutan yang cukup tajam, terutama pada waktu subuh hingga pagi hari.
Puncak polusi terparah terjadi pada 23 Agustus pukul 05.00 WIB dengan konsentrasi PM 2.5 mencapai 223 µg/m³.

Angka ini memasukkan kualitas udara Bengkulu ke dalam zona merah atau kategori SANGAT TIDAK SEHAT.

Baca Juga :  3 Jembatan Gantung Garuda Kodim 0408/BS Jadi Harapan Baru Warga Pedesaan

Selain itu, lonjakan rutin juga kerap terjadi pada pukul 07.00–08.00 WIB di mana kualitas udara berada di kategori TIDAK SEHAT (zona kuning).

Namun, kondisi ini berangsur membaik pada siang hingga malam hari setelah pukul 10.00 WIB dan masuk ke kategori SEDANG (zona biru).

Secara nasional, BMKG mencatat per 2 September 2026 pukul 15.00 WIB, sebaran asap tidak hanya menyelimuti wilayah Sumatera (seperti Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, dan Babel), tetapi juga meluas di hampir seluruh wilayah Kalimantan. Bahkan, fenomena Transboundary Haze atau asap lintas batas terdeteksi mulai menyeberang ke Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Rabu, 4 November 2026 - 13:13 WIB

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Berita Terbaru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak memperpanjang kontrak enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Bengkulu

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:13 WIB