BENGKULUBAROMETER – Wilayah Bengkulu mulai terdampak kabut asap kiriman akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari provinsi tetangga. Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit, sebaran asap ini terbawa oleh embusan angin yang bergerak dari arah Tenggara menuju ke Barat Daya.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG Stasiun Klimatologi Bengkulu, Fandi Primadia Pratama, mengungkapkan bahwa paparan asap tersebut terindikasi kuat berasal dari wilayah Lampung dan Sumatera Selatan.
“Jika dilihat dari citra sebaran asap, dimungkinkan berasal dari Lampung dan Sumatera Selatan, di mana kedua provinsi tersebut terdapat beberapa titik api,” kata Fandi saat dikonfirmasi, Rabu (02/9/2026).
Fandi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gangguan kesehatan, khususnya yang menyerang saluran pernapasan.
“Kabut asap tersebut tentu dapat mengganggu kesehatan, terutama pernafasan, ” jelasnya.
Ia juga mengimbau warga agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna meminimalisasi paparan polusi.
“Untuk itu, bagi masyarakat dihimbau utk menggunakan masker ketika berkegiatan di luar ruangan, ” pungkasnya.
Data pemantauan kualitas udara (PM 2.5) di Stasiun Klimatologi Bengkulu mencatat adanya lonjakan konsentrasi polutan yang cukup tajam, terutama pada waktu subuh hingga pagi hari.
Puncak polusi terparah terjadi pada 23 Agustus pukul 05.00 WIB dengan konsentrasi PM 2.5 mencapai 223 µg/m³.
Angka ini memasukkan kualitas udara Bengkulu ke dalam zona merah atau kategori SANGAT TIDAK SEHAT.
Selain itu, lonjakan rutin juga kerap terjadi pada pukul 07.00–08.00 WIB di mana kualitas udara berada di kategori TIDAK SEHAT (zona kuning).
Namun, kondisi ini berangsur membaik pada siang hingga malam hari setelah pukul 10.00 WIB dan masuk ke kategori SEDANG (zona biru).
Secara nasional, BMKG mencatat per 2 September 2026 pukul 15.00 WIB, sebaran asap tidak hanya menyelimuti wilayah Sumatera (seperti Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, dan Babel), tetapi juga meluas di hampir seluruh wilayah Kalimantan. Bahkan, fenomena Transboundary Haze atau asap lintas batas terdeteksi mulai menyeberang ke Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Redaksi









