BENGKULUBAROMETER – Gejolak harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sempat meresahkan petani di Kabupaten Mukomuko mulai menemukan titik terang. Belasan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS) akhirnya sepakat kembali mengikuti ketetapan harga TBS yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebesar Rp3.465 per kilogram.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pimpinan perusahaan sawit di ruang rapat Kantor Bupati Mukomuko, Jumat (29/5/2026).
Rapat dipimpin langsung Wakil Gubernur Bengkulu Mian, didampingi Bupati Mukomuko Choirul Huda. Hadir pula Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih, jajaran Dinas Perkebunan, serta perwakilan perusahaan sawit yang beroperasi di Kabupaten Mukomuko.
Dalam pertemuan itu, Mian menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi dan penelusuran langsung ke pemerintah pusat guna mencari penyebab turunnya harga TBS sawit dalam beberapa hari terakhir.
“Atas nama Pak Gubernur, saya ditugaskan bersama Asisten II dan Kepala Dinas Perkebunan untuk mencari informasi yang jelas kepada Direktorat Jenderal Perkebunan dan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Hasilnya sudah kami dapatkan,” ujar Mian.
Menurutnya, penurunan harga TBS dipicu oleh munculnya informasi terkait kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Informasi tersebut menimbulkan berbagai tafsir di kalangan pelaku usaha sehingga berdampak pada harga pembelian sawit di tingkat pabrik.
Mian menegaskan bahwa hasil telekonferensi dengan pihak terkait menunjukkan tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menurunkan harga di luar ketetapan pemerintah provinsi.
“Hasil telekonferensi meminta harga sawit kembali mengacu pada harga provinsi. Dalam rapat terakhir pada 13 Mei, harga ditetapkan sebesar Rp3.465 per kilogram dan itu sudah berdasarkan hasil analisis,” tegasnya.
Kesepakatan yang dicapai dalam rapat tersebut menjadi kabar baik bagi ribuan petani sawit di Mukomuko yang selama ini mengeluhkan turunnya harga jual hasil panen mereka.
Bupati Mukomuko Choirul Huda menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam merespons persoalan tersebut.
“Rapat ini digelar untuk menyatukan persepsi terkait gejolak harga TBS yang terjadi, terutama di Mukomuko,” katanya.









