BENGKULUBAROMETER — Di tengah duka bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir, Kepedulian lintas provinsi kembali datang dari Bengkulu. Komando Resort Militer 041/Garuda Emas (Gamas) menunjukkan respons cepat dan terukur dengan mengirimkan bantuan logistik berskala besar untuk para korban terdampak. Pada Kamis, 4 Desember 2025, halaman Makorem 041/Gamas menjadi saksi keberangkatan empat truk penuh muatan logistik yang dipersiapkan melalui kerja bersama seluruh jajaran Korem.
Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, SE, M.Han. Tanpa seremoni berlebih, kegiatan itu berlangsung hangat dan penuh empati. Di bawah terik matahari Bengkulu, bantuan yang sebelumnya dikumpulkan dari seluruh jajaran Kodim, satuan Balak Korem, personel Makorem, hingga mitra rekanan diberangkatkan menuju Sumatera Barat melalui jalur darat.
Muatan yang dikirim tak sekadar simbol empati, tetapi dukungan logistik yang telah dihitung dengan cermat sesuai kebutuhan dasar di lokasi bencana. Berdasarkan data Korem, bantuan yang diberangkatkan meliputi. 5,5 ton beras. 2–2,4 ton gula pasir. 144 liter minyak goreng. 621 dus mie instan. Ratusan kotak susu. Lebih dari 1.000 bungkus biscuit. 225 bungkus pampers. 63–70 karung pakaian layak pakai. Kebutuhan harian lainnya, mulai dari air mineral, sabun, tisu, hingga pasta gigi.
Semua logistik itu disusun dalam empat truk besar yang dipersiapkan untuk menempuh perjalanan panjang. Total suplai diproyeksikan dapat mendukung kebutuhan ribuan warga di titik-titik pengungsian.
Brigjen Jatmiko menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dari seluruh keluarga besar Korem 041/Gamas. “Alhamdulillah, siang ini kami warga Korem 041 Garuda Emas bersama seluruh jajaran dapat menghimpun sedikit rezeki untuk saudara-saudara kita di Sumatera Barat,” ujarnya dalam sambutan pelepasan.
Dalam penjelasannya, Danrem menegaskan bahwa Sumatera Barat dipilih sebagai prioritas utama untuk pengiriman bantuan karena akses darat masih memungkinkan dilalui kendaraan besar. Dengan kondisi tersebut, distribusi logistik dinilai lebih cepat dan dapat segera memperkuat kebutuhan pasokan di daerah yang paling terdampak.
“Kita dorong ke Sumbar karena distribusi lewat darat masih terbuka. Harapannya sore atau malam nanti sudah diterima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol,” kata Brigjen Jatmiko.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol telah dilakukan sehingga setiba di lokasi, bantuan bisa langsung dialirkan ke titik-titik pengungsian.
Untuk memastikan distribusi aman, lancar, dan tepat sasaran, Korem 041/Gamas mengirimkan 15 personel yang akan bertugas sebagai pengawal logistik. Mereka ditugaskan mendampingi perjalanan sekitar 15 jam dari Bengkulu menuju Sumatera Barat dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan potensi hambatan di jalur perbukitan.
“Kita juga sudah siapkan jika ada instruksi tambahan dari Makodam Raden Intan, sembari kami juga melakukan mitigasi di wilayah. Namun untuk pengawalan sembako ini ada 15 personel yang kami kirimkan,” ujar Danrem.
Para personel tersebut tidak hanya memastikan keamanan perjalanan, tetapi juga siap membantu proses distribusi apabila diminta Kodam setempat.
Selain mengirim bantuan ke Sumbar, Korem 041/Gamas tetap menjaga kesiapsiagaan internal menghadapi potensi bencana di Bengkulu sendiri. Brigjen Jatmiko memastikan bahwa pengiriman logistik tidak mengurangi kewaspadaan Korem terhadap ancaman bencana di wilayah Bengkulu mengingat curah hujan tinggi beberapa pekan terakhir.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah lanjutan apabila ada instruksi tambahan dari Komando Atas. “Kami mohon doa agar perjalanan pengiriman bantuan ini aman dan bantuan dapat segera diterima oleh saudara-saudara yang sedang ditimpa musibah,” tutup Danrem.
Pengiriman bantuan kemanusiaan ini bukan sekadar rutinitas. Di tengah dinamika bencana alam yang kerap melanda Indonesia, aksi cepat seperti yang dilakukan Korem 041/Gamas menegaskan kembali peran TNI sebagai garda terdepan dalam respons sosial dan penanggulangan bencana. Kehadiran mereka yang cepat, tepat, dan langsung menyentuh kebutuhan warga menjadi bukti bahwa fungsi TNI bukan hanya menjaga pertahanan negara, tetapi juga menjunjung nilai kemanusiaan.
Tindakan kolektif ini mengirim pesan kuat: ketika bencana datang, solidaritas antar daerah tetap menjadi kekuatan utama. Bantuan dari Bengkulu untuk Sumbar adalah bukti nyata bahwa kepedulian dapat menjembatani jarak dan menyatukan bangsa.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









