BENGKULUBAROMETER – Kebakaran melanda rumah pribadi milik notaris Selviana Valentine di Jalan Museum Nomor 75, RT 09/RW 03, Kelurahan Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, Senin malam, 17 Agustus 2026. Seorang nenek yang sedang berada di dalam rumah dan diketahui dalam kondisi kurang sehat berhasil dievakuasi.
Warga bergerak cepat setelah mengetahui api mulai membesar. Perhatian pertama tertuju kepada penghuni rumah, terutama nenek yang kondisinya membutuhkan bantuan untuk keluar dari bangunan.
Ketua RT 09, Ratno Hadi, mengatakan informasi mengenai kebakaran diterimanya saat azan Magrib berkumandang. Ia mendapat telepon dari warga yang melihat asap mulai membesar dari rumah tersebut.
“Pas azan Magrib, kami ditelepon warga. Asap sudah mulai membesar, kami langsung lari ke sini. Angin juga kencang,” kata Ratno.
Menurut Ratno, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri. Nenek yang berada di dalam rumah juga segera dibawa keluar ke tempat aman.
“Kalau pemilik rumah ada, pemilik rumahnya aman. Ada nenek yang agak sakit, itu sudah diamankan. Sudah langsung dievakuasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, mengatakan laporan pertama diterima melalui layanan darurat 112. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi.
“Pertama informasi kami 112. Nah, 112 ini tidak dikenakan pulsa. Segera hubungi Damkar 112. Karena begitu cepat melapor kepada kami, kami pasti cepat menindaklanjuti. Informasinya kami dapat, langsung kami terjun,” kata Yuliansyah.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas dari keluarga, api terlihat di bagian belakang rumah, terutama di sekitar plafon. Api kemudian membesar dan mengancam bagian lain bangunan.
“Kalau kita lihat, mungkin papan atau apa. Yang jelas informasinya dari keluarga, dari atas plafon. Di plafon itu apinya sudah merah di atas,” ujarnya.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Petugas masih berfokus pada proses pemadaman dan mencegah api menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
Lokasi kebakaran yang berada di kawasan cukup padat membuat petugas mengerahkan seluruh unit pemadam. Langkah pertama yang dilakukan adalah melokalisasi api agar tidak merambat ke rumah warga di sisi kiri, kanan, maupun belakang bangunan.
“Yang jelas, kami lokalisir dulu. Artinya, mana yang bisa kami selamatkan. Kiri, kanan, belakang kami selamatkan. Baru kami melakukan pemadaman,” ujar Yuliansyah.
Menurut dia, memutus rambatan api menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Yang penting kuncinya, kiri kanan sudah tidak menyebar lagi. Artinya, rambatan api sudah kita putuskan. Itu yang lebih penting,” katanya.
Selain melakukan pemadaman, petugas membantu menyelamatkan barang dan dokumen penting dari dalam rumah. Sejumlah sertifikat serta berkas yang berkaitan dengan aktivitas notaris berhasil diamankan.
“Ada sertifikat-sertifikat tadi kita selamatkan. Kalau ada berkas notaris itu aman dan sebagainya kita selamatkan. Berkas bisa diamankan,” kata Yuliansyah.
Hingga proses penanganan berlangsung, Damkar memastikan belum ditemukan korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
“Korban tidak ada sampai saat ini,” ujar Yuliansyah.









