BENGKULUBAROMETER – Keluhan masyarakat soal listrik yang sering padam di berbagai daerah di Provinsi Bengkulu akhirnya mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Bengkulu. Selasa siang, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke PLTU Pulau Baai.
Sidak ini dilakukan setelah DPRD menerima banyak laporan masyarakat dari Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, hingga Kaur. Warga mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan rumah tangga. Selain persoalan listrik, isu pengelolaan limbah PLTU juga ikut menjadi perhatian.
Dalam sidak tersebut, Teuku Zulkarnain bersama Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu meninjau langsung fasilitas pembangkit, termasuk sistem pembuangan dan pengolahan limbah. Ia menegaskan, kehadiran DPRD bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan hak masyarakat Bengkulu benar-benar terpenuhi.
PLTU Pulau Baai sendiri diketahui mampu memproduksi listrik hingga sekitar 1 miliar kWh per tahun. Namun ironisnya, di saat kapasitas produksi besar, sebagian wilayah Bengkulu justru masih mengalami krisis pasokan listrik.
“Kami ingin memastikan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Bengkulu ini penghasil listrik, tapi justru masyarakatnya masih sering gelap,” ujar Teuku dengan nada tegas.
Dari penjelasan pihak PLTU, terungkap bahwa pasokan listrik dari berbagai pembangkit di Bengkulu, termasuk PLTU Pulau Baai dan PLTA, sebagian besar disalurkan ke luar provinsi. Fakta ini membuat Teuku Zulkarnain menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan distribusi listrik yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat lokal.
Menurutnya, Bengkulu tidak boleh hanya menjadi daerah produsen, sementara manfaatnya justru lebih banyak dirasakan daerah lain. Ia menegaskan bahwa kebutuhan listrik di Bengkulu harus menjadi prioritas utama sebelum dilakukan suplai ke provinsi tetangga.
“Seharusnya kebutuhan Bengkulu dipenuhi dulu. Jangan sampai masyarakat kita terus dirugikan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat akan memanggil PLN Bengkulu untuk meminta penjelasan resmi. Teuku Zulkarnain menegaskan pemanggilan ini bertujuan mencari solusi konkret, bukan sekadar formalitas.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Teuku Zulkarnain sebagai pimpinan DPRD yang responsif terhadap keluhan rakyat. Ia menegaskan akan terus mengawal persoalan listrik hingga ada perbaikan nyata yang dirasakan masyarakat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









