Sidang Perdana Kasus Modus Jabatan Dirut Bank Bengkulu, Terdakwa Didakwa Rugikan Korban Rp550 Juta

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 16:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Pengadilan Negeri Bengkulu mulai menyidangkan perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus pengurusan jabatan Direktur Utama Bank Bengkulu serta dana kegiatan partai politik. Terdakwa dalam perkara ini adalah Repal Pahlevi (34).

Sidang perdana berlangsung pada Rabu (9/9/2026), dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Dedy, S.H., M.H., didampingi hakim anggota.

Dalam surat dakwaannya, JPU menyebut Repal Pahlevi diduga melakukan perbuatan tersebut bersama Teddy Junaidi, yang perkaranya ditangani secara terpisah. Keduanya didakwa memperdaya Rio Ariwibowo dan Kartika hingga menyebabkan kerugian sebesar Rp550 juta.

Menurut JPU, terdakwa mengaku sebagai bagian dari Tim Kreatif Gubernur Bengkulu. Ia diduga menjanjikan dapat membantu Kartika memperoleh jabatan Direktur Utama Bank Bengkulu dengan memanfaatkan akses kepada pihak di lingkungan Gubernur Bengkulu.

“Perbuatan terdakwa bersama saksi Teddy Junaidi diduga dilakukan melalui rangkaian kebohongan serta membujuk korban menyerahkan sejumlah uang untuk meloloskan saksi Kartika menjadi Direktur Utama Bank Bengkulu melalui akses ke Gubernur Bengkulu,” ungkap JPU saat membacakan dakwaan.

JPU menguraikan, perkara tersebut bermula pada 22 Agustus 2025. Repal diduga meyakinkan korban dengan menunjukkan kartu anggota advokat dan mengaku memiliki jalur khusus kepada Tomi, yang disebut sebagai sekretaris atau asisten pribadi Gubernur Bengkulu.

Baca Juga :  Hakim Vonis Latipa 3 Tahun 6 Bulan Penjara, Perintahkan Langsung Ditahan

Dalam perjalanannya, terdakwa disebut meminta uang secara bertahap. Dana itu diklaim diperlukan untuk biaya operasional dan kegiatan partai politik atas permintaan pejabat tertentu.

Korban kemudian menyerahkan uang melalui pembayaran tunai dan transfer perbankan. Penyerahan dana berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025 dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp550 juta.

Janji membantu Kartika mendapatkan jabatan tersebut akhirnya tidak terwujud. Dalam pengumuman panitia seleksi, Kartika dinyatakan tidak lolos tahap administrasi karena tidak memenuhi persyaratan pengalaman minimal lima tahun sebagai pejabat eksekutif perbankan.

Korban kemudian meminta agar uang yang telah diserahkan dikembalikan. Namun, menurut dakwaan JPU, permintaan tersebut tidak dipenuhi hingga perkara ini dilaporkan dan berlanjut ke proses hukum.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan dakwaan alternatif. Pada dakwaan pertama, JPU menerapkan Pasal 492 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait dugaan penipuan.

Sementara dalam dakwaan kedua, terdakwa dijerat Pasal 486 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan penggelapan.

Seusai persidangan, kuasa hukum terdakwa, Made Sukiade, S.H., menyampaikan bahwa majelis hakim memberikan kesempatan kepada para pihak untuk mempertimbangkan penyelesaian melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

Namun, Made menilai penyelesaian tersebut akan sulit tercapai apabila seluruh kewajiban mengembalikan uang sebesar Rp550 juta dibebankan kepada kliennya.

Baca Juga :  Kader Golkar Bongkar Pagar Seng, Mardensi: Kami Pertahankan Marwah Partai

Menurut Made, Repal bukan pihak utama yang menikmati uang tersebut. Ia mengklaim sebagian besar dana telah diserahkan kepada pihak lain.

“Klien kami hanya menjadi korban dan bukan pihak yang menikmati seluruh uang tersebut. Jika upaya RJ tidak menemukan titik terang, kami akan melanjutkan perkara ini ke sidang pembuktian,” kata Made.

Ia mengklaim, dari total uang Rp550 juta, sekitar Rp500 juta telah diserahkan Repal kepada Tomi. Penyerahan itu, menurutnya, dilakukan atas permintaan pihak yang bersangkutan.

“Klien kami orangnya jujur dan polos sehingga diduga dimanfaatkan oleh oknum lain. Dari Rp550 juta itu, sekitar Rp500 juta diserahkan langsung kepada Tomi. Klien kami hanya menggunakan sebagian kecil untuk kebutuhan operasional,” ujarnya.

Made menegaskan, klaim tersebut akan dibuktikan melalui alat bukti dan keterangan para saksi dalam persidangan. Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut seluruh pihak yang diduga menerima atau menikmati aliran uang.

“Penyidik dan JPU harus menyeret semua pihak yang terlibat, termasuk Tomi dan Teddy. Jangan sampai Repal dijadikan tumbal tunggal atas perbuatan yang diduga dilakukan dan dinikmati bersama. Seluruh fakta serta bukti aliran dana akan kami buka di persidangan,” tegasnya.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Berita Terbaru